Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis pada lansia, seperti penurunan daya tahan kardiovaskular, peningkatan tekanan darah, dan perubahan komposisi tubuh yang dapat memengaruhi kemampuan fungsional serta kualitas hidup. Salah satu latihan fisik yang aman dan mudah dilakukan lansia adalah Brisk Walking Exercise, yaitu latihan berjalan dengan intensitas sedang yang dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular serta membantu mengontrol tekanan darah dan komposisi tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Brisk Walking Exercise terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskular, penurunan tekanan darah, dan indeks massa tubuh pada lansia. Metode: Menggunakan desain quasi-experimental Pretest Posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 28 lansia yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 14 responden. Kelompok intervensi diberikan Brisk Walking Exercise selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 20 menit setiap sesi. Pengukuran daya tahan kardiovaskular menggunakan Six-Minute Walk Test (6MWT), tekanan darah menggunakan sphygmomanometer, dan indeks massa tubuh berdasarkan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pemberian Brisk Walking Exercise memberikan pengaruh terhadap peningkatan daya tahan kardiovaskular, penurunan tekanan darah, dan perubahan indeks massa tubuh pada lansia. Kesimpulan: Brisk Walking Exercise dapat menjadi salah satu latihan fisioterapi yang efektif untuk membantu meningkatkan daya tahan kardiovaskular, mengontrol tekanan darah, dan memperbaiki indeks massa tubuh pada lansia.