Preeklamsia berkontribusi signifikan terhadap tingginya morbiditas maternal dan kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang berisiko memicu stunting. Upaya pemantauan mandiri (self-monitoring) melalui aplikasi digital di kawasan pesisir sering menghadapi kendala akibat kesenjangan infrastruktur teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas serta kepraktisan (usability) model awal prototipe Hibrid ROTASI (Roda Pantau Tensi) guna mencegah preeklamsia dan stunting dari sektor hulu. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan kerangka ADDIE pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 2-3. Uji coba lapangan melibatkan 20 ibu hamil di wilayah Puskesmas Barombong. Data kognitif dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test, sedangkan evaluasi kepraktisan dieksplorasi melalui panduan wawancara kualitatif. Hasil validasi pakar menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi (Ahli Materi: 85%, Ahli Media: 95%). Pada tahap implementasi, intervensi memicu peningkatan pemahaman kognitif yang sangat signifikan secara statistik (p=0,000) terkait stunting, preeklamsia, dan hipertensi. Secara teknis operasional, 60%-70% responden mengalami kegagalan instalasi aplikasi digital akibat limitasi gawai, namun booklet cetak interaktif berhasil berfungsi optimal sebagai sistem cadangan utama (fail-safe system). Prototipe Hibrid ROTASI terbukti praktis, valid, dan sangat efektif dalam meningkatkan literasi serta efikasi diri ibu hamil, sekaligus menjadi solusi taktis yang menjembatani kesenjangan digital pesisir. Kata Kunci: Preeklamsia; Stunting Pesisir; Hibrid ROTASI; ADDIE; Self-Monitoring.