Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang banyak dialami lansia dan dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah pada lansia adalah kebiasaan makan yang kurang sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola makan dengan tingkat hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, Kota Batu. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 42 lansia yang hadir di posyandu dipilih sebagai responden melalui teknik accidental sampling dari total populasi 70 lansia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran tekanan darah langsung menggunakan sphygmomanometer, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (71,4%) memiliki pola makan yang tidak baik, sedangkan tingkat hipertensi terbanyak berada pada kategori derajat 1 (35,7%) diikuti derajat 2 (21,4%). Uji Spearman Rank memperoleh koefisien korelasi 0,795 dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan kuat antara pola makan dengan tingkat hipertensi pada lansia. Semakin buruk pola makan lansia, semakin tinggi pula tingkat hipertensi yang dialami. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi gizi dan pendampingan pola makan sehat bagi lansia, serta peran aktif kader dan tenaga kesehatan posyandu dalam memantau tekanan darah secara berkala.