Scientific argumentation skill is a critical component of scientific literacy that remains a persistent challenge among Indonesian students, as reflected in the 2022 PISA results. This study aims to identify the profile of eighth-grade students' scientific argumentation skills on the topic of Work (Usaha), examined through two aspects: argument organ completeness (claim, data, warrant, backing) and scientific accuracy (epistemic correctness). This descriptive quantitative study involved 62 eighth-grade students from MTs Tahfidz Al-Barokah Merapi, Magelang Regency, selected through random sampling. Data were collected using a single open-ended item grounded in the concept of Work and Power, validated by five experts (Aiken's V = 0.9) and assessed for inter-rater reliability using Cohen's Kappa coefficient. The results show a mean score of 47.61 (low category) for organ completeness and 33.55 (very low category) for scientific accuracy. For organ completeness, the majority of students (40.3%) fell into the Claim-Data (C-D) category, while for scientific accuracy, most students (46.8%) fell into category B2 (claims supported by scientifically incorrect argumentation); no student reached the highest category on either dimension (C-D-W-B and A1). These findings indicate that students can construct a basic argument structure but have not yet developed valid and relevant scientific backing. The study recommends implementing inquiry-based learning strategies and explicit argumentation instruction models to strengthen students' ability to integrate empirical evidence with conceptual reasoning. Keyword: organ completeness, scientific argumentation, scientific accuracy, work (usaha) submaterial, Toulmin's Argument Pattern Kemampuan argumentasi ilmiah merupakan komponen penting literasi sains yang masih menjadi tantangan bagi siswa Indonesia, sebagaimana tercermin dalam hasil survei PISA 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kemampuan argumentasi ilmiah siswa kelas VIII pada submateri Usaha ditinjau dari dua aspek, yaitu kelengkapan organ argumen (claim, data, warrant, backing) dan keilmiahan (kebenaran konsep). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang melibatkan 62 siswa kelas VIII MTs Tahfidz Al-Barokah Merapi, Kabupaten Magelang, yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan satu instrumen soal uraian beracuan konsep Usaha dan Daya yang telah divalidasi oleh lima ahli (Aiken's V = 0,9) dan diuji reliabilitas antar-penilai menggunakan koefisien Kappa Cohen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata capaian siswa pada aspek kelengkapan organ sebesar 47,61 (kategori rendah) dan aspek keilmiahan sebesar 33,55 (kategori sangat rendah). Pada aspek kelengkapan organ, mayoritas siswa (40,3%) berada pada kategori Claim-Data (C-D), sedangkan pada aspek keilmiahan, mayoritas siswa (46,8%) berada pada kategori B2 (klaim didukung argumen ilmiah yang keliru); tidak ada siswa yang mencapai kategori tertinggi pada kedua aspek (C-D-W-B dan A1). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa telah mampu menyusun struktur argumen dasar, tetapi belum mampu menghadirkan dukungan ilmiah (backing) yang valid dan relevan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran berbasis inkuiri dan model argumentasi ilmiah eksplisit untuk memperkuat kemampuan siswa dalam mengintegrasikan bukti empiris dengan penalaran konseptual. Kata kunci: argumentasi ilmiah, kelengkapan organ, keilmiahan, submateri usaha, Toulmin's Argument Pattern