Kebijakan komunikasi merupakan model dari proses komunikasi, sehingga dengan adanya berbagai macam model komunikasi dari proses komunikasi maka akan dapat ditemukan pola yang cocok dan mudah digunakan untuk berkimunikasi. Dalam sebuah organisasi, pengkaderan merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh orgnisasi PMII Cabang Bungo disetiap awal tahun akademik. Keberhasilan pengkaderan PMII dapat dilihat pada kebijakan komunikasi organisasi yang digunakan oleh pengurus terhadap para kader. Untuk mengetahui bagaiman kebijakan komunikasi organisasi yang digunakan oleh PMII pada bidang pengkaderan tersebut maka penulis berusaha untuk melakukan penelitian tentang kebijakan komunikasi organisasi pada bidang pengkaderan organisasi PMII Cabang Bungo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan komunikasi, kendala yang dihadapi bidang pengkaderan, dan upaya untuk mengatasi kendala komunikasi dalam bidang pengkaderan PMII Cabang Bungo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dari pengurus dan beberapa anggota kader PMII Cabang Bungo. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini ada tiga kesimpulan yang diperoleh. Pertama Vertikal Pola komunikasi yang berjalan dari pimpinan ke anggota (top-down) maupun sebaliknya (bottom-up) untuk memastikan arahan, kebijakan, dan aspirasi tersampaikan secara jelas dalam proses pengkaderan. Kedua Horizontal Interaksi komunikasi yang terjalin antaranggota atau antarbidang di tingkat yang sama untuk memperkuat koordinasi, solidaritas, dan kerja sama dalam pelaksanaan kaderisasi. ketiga Adaptif Kemampuan bidang pengkaderan menyesuaikan strategi komunikasi dengan perubahan sosial, dinamika kampus, dan kebutuhan kader, sehingga tetap relevan dan efektif.