This Author published in this journals
All Journal Pariwisata
Asri Laksmi Riani
Program Studi Penyuluhan Pembangunan, Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN MODAL SOSIAL DALAM STRATEGI DIGITAL MARKETING TERHADAP PENINGKATAN INTERAKSI PUBLIK PADA INDUSTRI BUBUT KAYU DI DESA BATOKAN, KECAMATAN KASIMAN, KABUPATEN BOJONEGORO Siti Zubaida; Asri Laksmi Riani; Akbarudin Arif
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.3022

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal sosial dan strategi digital marketing terhadap keberhasilan peningkatan interaksi konsumen pengrajin kayu di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan yang dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 6 responden yang dipilih berdasarkan kriteria UMKM Produk kerajinan kayu, Pendekatan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, modal sosial, yang terdiri dari jaringan hubungan sosial, norma, dan kepercayaan di dalam masyarakat, dapat diintegrasikan secara efektif dalam strategi digital marketing.Digital marketing melibatkan pemanfaatan platform online untuk mencapai dan berinteraksi dengan audiens. Interaksi publik memiliki peran yang signifikan dalam era digital marketing yang semakin berkembang hal ini tentunya diikuti dengan peningkatan jumlah chat yang di respon mencapai 98,33%, Sebanyak 47.562 pengunjung pada bulan November-Desember menjadikan toko Djati Moelek memiliki predikat “star seller” . Selain itum kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sangat memperngaruhi kualitas pelayanan, sebanyak 300 pengunjung aktif mendatangi booth pemeran, karena dalam lingkungan pameran industri kayu, konsumen memiliki kesempatan untuk melihat, dan mencoba produk atau layanan secara langsung