Daniel Dwi Satria Daniel
Universitas Djuanda Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunitas Digital Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Partisipatif: Studi Kasus Ruang Kreatif @Kalakita.Space Daniel Dwi Satria Daniel
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1516

Abstract

Perkembangan media sosial telah menggeser pendekatan komunikasi pemasaran dari yang bersifat satu arah menjadi partisipatif, di mana audiens dilibatkan sebagai bagian dari proses komunikasi itu sendiri. Fenomena ini tampak pada tumbuhnya ruang-ruang kreatif berbasis komunitas digital, salah satunya @Kalakita.Space, sebuah komunitas kreatif di Kabupaten Bogor yang memanfaatkan Instagram sebagai sarana membangun relasi dengan audiensnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk komunikasi pemasaran berbasis komunitas digital yang diterapkan oleh @Kalakita.Space dalam membangun keterlibatan partisipatif bersama audiensnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dihimpun melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas daring dan luring komunitas serta wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas pendiri, kru, dan audiens @Kalakita.Space. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi pemasaran berbasis komunitas digital pada @Kalakita.Space dijalankan melalui dua pilar utama Integrated Marketing Communication (IMC), yaitu interactive marketing dan events and experiences, yang saling terintegrasi dengan dimensi community pada kerangka 7C. Pada ranah digital, pengelola secara konsisten menyisipkan ruang partisipasi berupa pertanyaan terbuka, fitur polling, dan giveaway pada setiap konten untuk memancing opini audiens. Pada ranah luring, program seperti workshop dan kolaborasi kreatif dikemas bukan sebagai kegiatan formal, melainkan sebagai ruang alternatif yang menawarkan kesan inklusi, kehangatan, dan sarana pemulihan diri. Perpaduan kedua ranah tersebut menumbuhkan rasa memiliki audiens yang memposisikan diri sebagai bagian dari komunitas, bukan sekadar target pemasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas digital dapat difungsikan sebagai strategi komunikasi pemasaran partisipatif yang humanis untuk membangun loyalitas audiens secara organik dan berkelanjutan.