Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan berbagai dampak terhadap kehidupan masyarakat, lingkungan, serta pembangunan infrastruktur. Daerah Aliran Sungai (DAS) Bilah di Kabupaten Labuhanbatu merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir cukup tinggi akibat tingginya curah hujan, perubahan tata guna lahan, sedimentasi sungai, dan berkurangnya daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak banjir yang terjadi pada DAS Bilah serta mengidentifikasi upaya mitigasi yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko dan kerugian akibat banjir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi lapangan. Data yang digunakan meliputi data curah hujan, kondisi fisik sungai, data kejadian banjir, observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Analisis dilakukan terhadap faktor-faktor penyebab banjir, dampak yang ditimbulkan, serta alternatif upaya mitigasi yang sesuai dengan kondisi wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan dan perubahan penggunaan lahan menjadi faktor utama yang menyebabkan meningkatnya debit aliran Sungai Bilah. Selain itu, pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan kapasitas drainase yang kurang memadai turut memperbesar potensi terjadinya banjir. Dampak banjir yang terjadi meliputi kerusakan permukiman, terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, kerusakan infrastruktur jalan dan drainase, serta penurunan produktivitas sektor pertanian. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi mitigasi struktural berupa normalisasi sungai, pembangunan tanggul, peningkatan kapasitas drainase, dan pembangunan kolam retensi, serta mitigasi non-struktural berupa reboisasi, pengendalian tata guna lahan, sistem peringatan dini banjir, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengendalian banjir pada DAS Bilah memerlukan pendekatan yang terpadu antara pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Implementasi upaya mitigasi yang tepat diharapkan mampu mengurangi tingkat risiko banjir serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan.