Dewi Agustina
Program Studi Fisioterapi, Stikes Siti Hajar, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Telemedicine Fisioterapi untuk masyarakat dengan mobilitas terbatas di Desa Suka Raya Deli Serdang Ida Aryani Pasaribu; Dewi Agustina; Ronald Erwansyah
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1163

Abstract

Desa Suka Raya mengalami keterbatasan fasilitas kesehatan, dengan Puskesmas Pembantu yang tidak menyediakan layanan fisioterapi dan jarak RSUD yang mencapai 45 km sehingga biaya transportasi menjadi beban berat bagi petani yang berpenghasilan rendah. Kondisi ini menyebabkan banyak keluhan muskuloskeletal dibiarkan tanpa penanganan. Untuk mengatasi kesenjangan akses tersebut, program pengabdian STIKES Siti Hajar bersama Kelompok Tani Harapan 2 menawarkan solusi melalui penerapan telemedicine fisioterapi berbasis aplikasi FisioDesa. Program ini meliputi edukasi ergonomi, pelatihan penggunaan aplikasi, pemberian alat terapi dasar, serta pendampingan berkelanjutan agar petani mampu melakukan rehabilitasi mandiri. Inisiatif ini selaras dengan SDGs (Kehidupan Sehat, Berkurangnya Kesenjangan), Asta Cita (penguatan SDM dan teknologi kesehatan), serta IKU perguruan tinggi (IKU 2, IKU 3, IKU 5). Dengan pendekatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan meningkatkan kesehatan kerja, menurunkan kasus cedera, dan mewujudkan desa yang siap mengadopsi layanan kesehatan digital. Model telemedicine ini juga berpotensi direplikasi di desa lain dengan permasalahan serupa. Tujuan dari kegiatan ini dengan memanfaatkan pendekatan berbasis data, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat, program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan berupa peningkatan kesehatan kerja, penurunan kasus cedera, serta terbentuknya desa berbasis kesehatan digital yang siap berkembang secara mandiri. Intervensi ini juga berpotensi menjadi model implement.