Bunga Imtinan Ayundara
IPB University Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Literasi Digital pada Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi dalam Menghadapi Disinformasi di Media Sosial Bunga Imtinan Ayundara; Alfi Rahmawati
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1469

Abstract

Disinformasi di media sosial menjadi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan platform digital sebagai sumber informasi. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu menyaring, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi secara kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan empat pilar literasi digital Paul Gilster, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi digital mahasiswa, serta mendeskripsikan mekanisme verifikasi informasi yang dilakukan sebelum penyebaran informasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap delapan mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Angkatan 61 Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah menerapkan empat pilar literasi digital, yaitu internet searching, hypertextual navigation, content evaluation, dan knowledge assembly dalam menghadapi disinformasi di media sosial. Penerapan tersebut terlihat melalui kebiasaan melakukan pencarian ulang informasi, memeriksa kredibilitas sumber, membandingkan berbagai sumber informasi, serta mengintegrasikan informasi sebelum membentuk kesimpulan. Selain itu, mahasiswa menunjukkan sikap hati-hati dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kemampuan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman penggunaan media sosial, kebiasaan verifikasi informasi, kesadaran berpikir kritis, dan pembelajaran akademik. Mekanisme verifikasi informasi dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu keraguan terhadap informasi, verifikasi dan evaluasi informasi, serta pengambilan keputusan sebelum informasi dipercaya atau disebarluaskan. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi digital berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan penggunaan media sosial yang lebih bertanggung jawab.