I Kadek Budi Adnyana
UPTD Puskesmas III Denpasar Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN GENDER TERHADAP KARAKTERISTIK PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON-DIALISIS Ni Wayan Kesari Dharmapatni; I Kadek Budi Adnyana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2026): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Perbedaan gender berperan dalam karakteristik klinis dan gaya hidup pasien PGK, namun bukti pada pasien PGK non-dialisis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gender tehadap karakteristik pada pasien PGK non-dialisis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 165 pasien PGK non-dialisis yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner demografi, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Modified Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data klinis dan laboratorium diperoleh dari rekam medis satu bulan terakhir. Seluruh data dianalisis menggunakan SPSS dengan uji univariat. Hasil: Mayoritas responden adalah laki-laki (67,3%). Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa dan lansia. Mayoritas responden memiliki indeks massa tubuh normal, pola makan tidak sehat, dan aktivitas fisik ringan. Sebagian besar responden memiliki satu penyakit penyerta. Pada parameter klinis, mayoritas responden berada pada kategori tekanan darah ≥140/≥90 mmHg, kadar gula darah sewaktu normal, kadar hemoglobin rendah, serta laju fitrasi glomerulus 30–59 mL/menit/1,73 m², dengan dominasi responden laki-laki. Kesimpulan: Mayoritas pasien PGK non-dialisis adalah laki-laki dan menunjukkan karakteristik klinis serta gaya hidup yang kurang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis gender dalam penatalaksanaan PGK non-dialisis