Perkembangan era digital global telah menghadirkan berbagai permasalahan moral dan etis dalam kehidupan mahasiswa, seperti degradasi etika akademik, rendahnya tanggung jawab digital, serta melemahnya refleksi spiritual di tengah intensitas penggunaan teknologi. Kemajuan teknologi yang pesat tidak selalu diiringi dengan kematangan karakter, sehingga mahasiswa kerap dihadapkan pada dilema moral yang kompleks dalam ruang digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual integrasi nilai spiritual dan etika dalam pendidikan karakter mahasiswa sebagai respons terhadap tantangan era digital modern. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui penelaahan literatur ilmiah yang terindeks Google Scholar, SINTA, dan Scopus pada rentang tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang bersifat parsial dan normatif belum cukup efektif dalam membentuk kesadaran moral mahasiswa. Nilai spiritual berperan dalam membangun kesadaran internal, makna hidup, dan refleksi moral, sementara nilai etika berfungsi sebagai kerangka normatif yang membimbing perilaku mahasiswa, khususnya dalam penggunaan teknologi digital. Integrasi kedua nilai tersebut memungkinkan pendidikan karakter berkembang secara holistik dengan menghubungkan dimensi kognitif, afektif, dan perilaku. Pembahasan juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu dipahami sebagai subjek moral di era digital, yang memiliki tanggung jawab etis dan spiritual dalam setiap aktivitas digitalnya. Dengan demikian, integrasi nilai spiritual dan etika menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, reflektif, dan bertanggung jawab secara digital di tengah dinamika globalisasi teknologi.