Salah satu usaha kegiatan yang disukai oleh mayarakat desa adalah usahapeternakan unggas. Hal ini terjadi karena masa panennya cepat dan pasarnya punmudah, terutama untuk konsumsi masyarakat pada Provinsi Nanggroe AcehDarussalam. Selama ini bibit unggas di daerah Provinsi Aceh diperoleh sebagiankecil dari masyarat Aceh sendiri dan selebihnya dipasuk dari Sumatera Utara.Melihat permasalahan tersebut penelitian ini ingin mendapatkan suatu sistempemanas inkubator bertingkat yang memperoleh temperatur seragam untukmeningkatkan efisiensi pengetasan yang lebih baik. Pengujian dilakukan denganmelihat pengukuran distribusi temperatur (37˚C - 38˚C) pada titik-titik tertentuyang melalui saluran uji adalah hal yang utama dilakukan. Variasi yang dilakukanpada penelitian ini adalah jumlah bola lampu pijar (4,6,8,10, dan 12) yang berbedajuga adanya atau tidak platseng dibawah lampu dengan daya yang sama (160 Watt).Inkubator akan menyala pada temperatur 37˚C dan akan mati secara otomatis padatemperatur 38˚C dikarenakan adanya pengaruh dari thermostat. Setelah dilakukanpengujian didapatkan hasil temperatur pengetasan sebesar 0,9˚C pada 4 (empat)bola lampu dengan tidak menggunakan plat seng dibawah lampu dan sebesar 0,8˚Cpada 4 (empat) bola lampu dengan menggunakan plat seng dibawah lampu. Tetapi,ada perbandingan yang kecil senilai 0,4˚C pada 12 (dua belas) bola lampu dengantidak menggunakan plat seng dibawah lampu dan sebesar 0,3˚C pada 12 (dua belas)bola lampu dengan menggunakan plat seng dibawah lampu. Juga hasil pengetasansenilai 96 % dengan pengaruh adanya atau tidak plat seng dibawah lampu pijar.Perihal ini ialah proses perpindahan panas serta efisiensi dari pengetasan yang baik.