Armalya Arifin
Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi, Universitas Islam Sultan Agung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) TERHADAP BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS PADA PERAWATAN SALURAN AKAR (SECARA IN VITRO) Armalya Arifin; Yunita Styaningrum; Arlina Nurhapsari
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i2.164

Abstract

Perawatan saluran akar bertujuan menghilangkan jaringan pulpa terinfeksi serta mendisinfeksi sistem saluran akar untuk mencegah infeksi berulang. Enterococcus faecalis menjadi salah satu penyebab utama kegagalan perawatan saluran akar karena mampu bertahan pada lingkungan ekstrem dan resisten terhadap beberapa bahan medikamen. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi antibakteri ekstrak eceng gondok terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis serta menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak eceng gondok terhadap Enterococcus faecalis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vitro dengan rancangan post test only control group design menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Kelompok perlakuan terdiri atas ekstrak eceng gondok konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% serta kontrol positif kalsium hidroksida dengan masing masing lima kali pengulangan. Pengukuran zona hambat menggunakan jangka sorong digital dalam satuan milimeter kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Konsentrasi 6,25% dan 12,5% tidak membentuk zona hambat. Konsentrasi 25% menghasilkan rerata zona hambat sebesar 7,80 mm sedangkan konsentrasi 50% menghasilkan rerata zona hambat sebesar 9,32 mm. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan konsentrasi 50% memiliki efektivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 25% dan kontrol positif. Ekstrak eceng gondok (Eichhornia crassipes) menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap bakteri Enterococcus faecalis pada konsentrasi 25%.