Puspawati
Fakultas Kesehatan dan Sains Teknologi, Universitas Borneo Lestari, Banjarbaru

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Infeksi Cacing (Soil-Transmitted Helminths) Pada Tanah di Area Pasar Desa Pundu Kabupaten Kotawaringin Timur Nabila; Puspawati; Nafila
Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara Vol. 1 No. 3 (2026): September: Medis: Jurnal Inovasi Kesehatan dan Medika Nusantara
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/medis.v1i3.397

Abstract

Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk Indonesia. Tanah yang terkontaminasi telur atau larva cacing merupakan salah satu sumber utama penularan STH, terutama di lingkungan pasar tradisional dengan kondisi sanitasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan dan jenis STH pada tanah di kawasan Pasar Desa Pundu, Kabupaten Kotawaringin Timur, serta mendeskripsikan karakteristik tanah yang terkontaminasi. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 38 sampel tanah diambil secara purposive sampling dari beberapa titik di area pasar dan diperiksa menggunakan metode Baermann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 sampel (36,84%) positif terkontaminasi STH, sedangkan 24 sampel (63,16%) negatif. Jenis STH yang ditemukan meliputi larva Ascaris sp. pada 4 sampel (10,52%), telur Ascaris sp. pada 1 sampel (2,63%), Hookworm pada 5 sampel (13,15%), dan Strongyloides sp. pada 4 sampel (10,53%). Berdasarkan karakteristik warna tanah, kontaminasi tertinggi ditemukan pada tanah berwarna cokelat kemerahan sebanyak 9 sampel (23,68%), diikuti tanah cokelat kekuningan sebanyak 5 sampel (13,15%), sedangkan tanah cokelat keabu-abuan tidak menunjukkan kontaminasi STH. Temuan ini menunjukkan bahwa tanah di kawasan Pasar Desa Pundu berpotensi menjadi sumber penularan STH sehingga diperlukan peningkatan sanitasi lingkungan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.