Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa terdapat sebagian orang Kristen yang kurang paham akan pokok-pokok pengajaran dan keyakinan teologi evangelikal. Secara khusus, terungkap bahwa ada orang-orang Kristen Injili yang mengalami kebingungan teologis ketika diperhadapkan dengan munculnya “pengajaran baru” yang dikenal sebagai Kristen Progresif. Ditemukan bahwa kelompok Injili mengalami kegagapan teologi dalam merespons pengajaran ini karena tidak menguasai corak teologi di kelompok di mana mereka terafiliasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pokok-pokok pengajaran teologi secara khusus dari pemikiran Chris Marantika sebagai salah seorang tokoh Injili di Indonesia guna menangkal pengajaran Kristen Progresif dan memberikan usulan implementasi kepada gereja Injili di masa kini. Dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menemukan: Pokok-pokok keyakinan bagi kelompok Injili berdasarkan Chris Marantika adalah: Alkitab diilhamkan Allah yang tanpa salah dalam teks aslinya; Kristus adalah Allah dan manusia sejati sebagai Juru Selamat satu-satunya; Pertobatan dan iman kepada Yesus secara pribadi adalah mutlak; Perwujudan mandat kultural dan spiritual dan Keyakinan adanya mukjizat Allah. Kajian ini juga mengusulkan implementasi penguatan pemikiran Injili dengan pengajaran yang konsisten mengenai keyakinan-keyakinan teologi Injili, khotbah-khotbah ataupun pembelajaran yang Alkitabiah, penekanan pada berita pertobatan dan iman kepada Yesus secara pribadi (lahir baru), pemberitaan Injil harus menjadi program yang serius bagi gereja.