This Author published in this journals
All Journal Journal Pathway Care
Bani Srinurbani
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Donor darah sebagai upaya penyelamatan kematian ibu di wilayah UPTD Puskesmas Cigalontang 2024 Bani Srinurbani
Journal Pathway Care Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Pathway care
Publisher : Graha Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan penyebab utama berupa perdarahan pascapersalinan yang memerlukan penanganan cepat serta ketersediaan darah yang memadai. Inovasi DORAYAKI (Donor Darah Menyelamatkan Ibu dan Anak) merupakan program berbasis komunitas yang dikembangkan di UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cigalontang pada tahun 2024 sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung ketersediaan darah dalam rangka penurunan AKI. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan serta mengevaluasi keberhasilan inovasi donor darah dalam meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan terhadap risiko kematian ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pendaftaran peserta donor dan observasi pelaksanaan kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh peserta kegiatan berjenis kelamin perempuan, dengan mayoritas berusia 18–30 tahun (40%) dan 31–40 tahun (34%). Golongan darah yang terkumpul menunjukkan variasi yang baik, dengan distribusi golongan darah A dan O masing-masing sebesar 30%, golongan darah B sebesar 24%, dan golongan darah AB sebesar 16%. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan keterlibatan aktif perempuan usia produktif serta keragaman golongan darah yang dapat menunjang kebutuhan transfusi darah darurat, khususnya dalam penanganan komplikasi obstetri. Kesimpulannya, program DORAYAKI efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya perempuan usia subur, serta memperkuat sistem kesiapsiagaan darah di tingkat layanan primer. Program ini berpotensi menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi inovatif untuk mendukung pencapaian target penurunan AKI dan penguatan sistem kesehatan ibu di Indonesia.