Yaumi El Syakira
Universitas Peradaban

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pemanfaatan Media Sosial Quinland Group sebagai Media Komunikasi Pemasaran Perumahan Modern (Studi Analisis The Circular Model of SoMe) Yaumi El Syakira; Reza Abineri
Punggawa Social Inquiry: Journal of Crime, Culture, and Social Dynamics Vol. 1 No. 2 (2026): Punggawa Social Inquiry 1(2) 2026 : September
Publisher : Punggawa Legacy Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67707/psi.v1i2.131

Abstract

Quinland Group merupakan pengembang perumahan komersial di Bumiayu yang berjuang melawan tantangan dalam memperkenalkan konsep perumahan modern, termasuk perumahan modern, kepada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemanfaatan media sosial Quinland Group sebagai media komunikasi pemasaran propaganda modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelolaan akun media sosial Quinland Group di Instagram, TikTok, dan Facebook. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Quinland Group telah menerapkan unsur-unsur The Circular Model of SoMe, yaitu Share, Optimize, Manage, dan Engage. Strategi tersebut diimplementasikan melalui segmentasi audiens berdasarkan harga proyek, penyesuaian format konten pada setiap platform, pengelolaan interaksi secara personal, serta keterlibatan dua arah melalui kolom komentar dan siaran langsung yang diarahkan ke WhatsApp sebagai saluran transaksi. Strategi tersebut mampu mendorong kunjungan dan keputusan calon pembelian konsumen. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa perencanaan konten yang belum sepenuhnya terjadwal, pemanfaatan fitur teknis platform yang belum menyeluruh, serta belum tersedianya standar baku dalam penanganan interaksi negatif.