Dina Amalia
Universitas Islam Nadhlatul Ulama Jepara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memaknai Motif Batik Jepara Sebagai Upaya Melestarikan Wastra Batik Jepara Berbasis Digital Aliva Rosdiana; Dina Amalia
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendukung gerakan cinta Wastra Indonesia, warga Jepara khususnya generasi muda harus memiliki rasa bangga mengenakan pakaian batik untuk melestarikan wastra batik Jepara. Generasi muda memiliki andil besar dalam pelestarian wastra batik Jepara sesuai dengan tren, kreativitas, dan inovasinya yang mengikuti dinamika kekinian mengenalkan motif batik Jepara melalui media digital. Motif batik Jepara memiliki pola ilustrasi berbeda dibandingkan dengan motif batik lain di luar Jepara dan memiliki makna tertentu yang melambangkan identitas budaya. Batik Jepara berkembang seiring dengan popularitas motif ragam ukirnya. Motif batik Jepara yang dikembangkan dari ornamen ukiran kayu dengan unsur visual disusun dan didesain presisi sehingga menghasilkan motif khas batik Jepara yang memiliki ciri. Tujuan penelitian ini adalah melestarikan wastra Indonesia yaitu batik Jepara melalui kajian Semiotik terhadap motif batik Jepara berbasis digital. Metode deskriptif kualitatif dengan analisa teori semiotika oleh Charles Sanders Pierce. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket kuesioner, dokumentasi dan studi literatur. Ada tiga elemen dasar yang disebut segitiga semiotika Peirce yakni tanda, objek, dan interpretant. Sajian ketiga elemen semiotika ini mengilustrasikan penciptaan makna yang dikomunikasikan. Motif batik Jepara yang sifatnya diulang-ulang dalam satu desain atau pola, bahkan dalam satu karya, dianalisis menggunakan teori semiotika. Fenomena yang diciptakan melalui desain batik Jepara berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Jepara sebab hal ini berperan penting saat proses menentukan warna, bentuk, corak, dan estetika desain secara keseluruhan. Secara filosofi, batik Jepara memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan motif batik daerah lain. Hasilnya adalah penelitian ini memberikan pengetahuan tentang ciri khas pola ornamen yang dimiliki masyarakat Jepara sebagai kearifan lokal yang harus dilestarikan.