Iman Fachruliansyah
Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Suku Bangsa Enggano dalam Perdebatan Rumpun Bangsa dan Bahasa Austronesia: Suatu Tinjauan Antropologis Iman Fachruliansyah
Antropologi Indonesia Vol 40, No 1 (2019): Antropologi Indonesia
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Enggano ialah pulau paling selatan dari rangkaian busur kepulauan di sebelah barat pantai Sumatra, setelah Simeulue, Nias dan Mentawai. Terletak di Samudra Hindia dengan perairan laut dalam membuatnya digambarkan sebagai pulau yang terisolasi. Penduduk aslinya, atau suku bangsa Enggano, dikenal dalam catatan kolonial sebagai masyarakat yang keras terhadap kedatangan orang-orang Eropa ke pulau mereka. Studi literatur mengenai Enggano terbatas hanya pada catatan kunjungan dan cerita-cerita mengenai kebudayaan masa lampau mereka yang sudah tidak dipraktikkan lagi. Beberapa studi, terutama antropologi, arkeologi, dan linguistik, mencoba mengaitkan Enggano dengan Nias dan Mentawai karena lokasi geografis mereka yang berdekatan sehingga diasumsikan bahasa atau kebudayaan pada ketiga masyarakat tersebut memiliki kemiripan dalam derajat tertentu. Hingga kini, posisi Enggano dari masyarakat lainnya di wilayah Pulau Sumatra, yang digolongkan ke dalam anggota keluarga rumpun Austronesia, masih belum jelas. Di samping itu, Bahasa Enggano ternyata memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya seolah berbeda sama sekali bahkan dari Nias dan Mentawai. Studi linguistik pun belum mencapai kesimpulan apakah Enggano termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia atau tidak. Sementara itu, beberapa ciri kebudayaan mereka, seperti sistem organisasi sosial matrilineal dan cara hidup sebagai pemburu peramu, diasumsikan memiliki keterkaitan dengan peristiwa kontak awal antara populasi pra-Austronesia dan penutur bahasa Austronesia di bagian barat Nusantara ketika migrasi Austronesia terjadi. Namun demikian, perlu studi lebih lanjut mengenai sejarah migrasi populasi suku bangsa Enggano melalui studi genetik yang dapat menggambarkan campuran gen pada suatu populasi sehingga bagaimana keterkaitan Enggano dengan masyarakat di bagian barat Nusantara dapat dijawab dan tergambar secara lebih jelas.
Antropologi Biologi di Indonesia: Sebuah Penelusuran dan Kemungkinan Pengembangan Iman Fachruliansyah
Antropologi Indonesia Vol 39, No 2 (2018): Antropologi Indonesia
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a great diversity of ethnic groups, languages, physical characteristics, and human genetic structures. Various studies of human physical variation and their evolutionary history in the world have received substantial contributions from biological anthropology researches in Indonesia. However, biological anthropology studies in Indonesia are not established or less familiar even among Indonesian anthropology milieu. This condition is reflected in a small numbers of Indonesian biological anthropologists, despite the vision of the founders of Indonesian anthropology that programmed the development of biological anthropology as a part of the anthropology department. This article aims to review the history of biological anthropology studies in Indonesia. Therefore, as a preliminary note, considerable scientific publications in biological anthropology in Indonesia will be discussed briefly to demonstrate the development of Indonesian biological anthropology.