Noor Syifa Azkia Rahmah
Pendidikan Agama Islam, UIN Antasari, Banjarmasin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kapuhunan sebagai Etnopedagogi Masyarakat Kalimantan: Telaah Komparatif Kapuhunan dari Suku Banjar dan Dayak Noor Syifa Azkia Rahmah; Asikin Noor
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara menyimpan ribuan kekayaan warisan budaya tak benda yang tersebar di setiap sukunya. Berdasarkan data dari situs Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat ada sekitar 1941 warisan budaya tak benda yang dimiliki oleh Indonesia sejak 2013, termasuk warisan budaya berupa etika kapuhunan yang berasal dari pulau Kalimantan. Kapuhunan ini juga menjadi etnapedagogi bagi masyarakat yang memengaruhi perilaku sehari-hari masyarakat Kalimantan. Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengeksplorasi konsep kapuhunan melalui perbandingan versi kapuhunan dari dua suku terbesar di pulau Kalimantan yakni suku Banjar dan Dayak dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-komparatif  dengan pengumpulan data melalui wawancara secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapuhunan dalam versi budaya Banjar dan Dayak dipahami sebagai keadaan sial akibat tidak menerima tawaran makan dari orang dan terlalu melakukan perilaku berlebihan di tempat tertentu. Meskipun terdengar mengerikan, namun kapuhunan mengandung nilai etnopedagogis yang menjadikan masyarakat menjadi menjunjung tinggi tata krama, kehati-hatian, dan keseimbangan batin. Perbedaan kontras dari kapuhunan versi suku Banjar dan Dayak terletak pada landasan dan tata penyembuhannya. Kapuhunan versi suku Banjar mengaitkannya dengan aspek agama khususnya agama Islam, sedangkan suku Dayak lebih kepada prinsip atau aturan pamali.