Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

Sistem Mitigasi Emisi CO2 pada Ruangan Menggunakan fotobioreaktor Mikroalga Berbasis Sensor MQ-135 Muhammad Naufal Alwan; Aldo Novaznursyah Costrada; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.81 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.1-7.2022

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem mitigasi emisi CO2 pada ruangan menggunakan fotobioreaktor mikroalga berbasis sensor MQ-135 untuk menghasilkan sistem yang dapat mereduksi emisi CO2 pada ruangan. Sistem dilengkapi dengan pengontrol suhu pada fotobioreaktor mikroalga dengan sensor LM35 dan sistem pendeteksi emisi CO2 dengan sensor MQ-135.  Fotobioreaktor terdiri dari 2 tabung yang berisi 1000 ml mikroalga Chlorella vulgaris. Pengontrolan temperatur berhasil mempertahankan suhu pada (23–30) ℃.  Konsentrasi emisi CO2 setelah fotobioreaktor menggunakan variasi sumber cahaya berupa cahaya matahari, LED biru, LED merah, LED hijau, dan tanpa cahaya. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa fotobioreaktor mikroalga yang menggunakan LED berwarna biru sebagai sumber cahaya lebih berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan mikroalga untuk mereduksi emisi CO2 dibandingkan sumber cahaya lainnya. Sensor MQ-135 dan Sensor LM-35 yang telah dikarakterisasi dapat mengukur konsentrasi CO2 dan suhu dengan persentase kesalahan masing-masing 1,94 % dan 0,58 %.  Hasil ini mengindikasikan bahwa Sensor MQ-135 dan Sensor LM-35 dapat berfungsi dengan baik sebagai sebagai sistem pendeteksi emisi CO2 dan pengontrol suhu.
Inovasi Pulse Oximeter dengan Sumber Cahaya LED Merah dan Inframerah yang Dilengkapi Suhu Tubuh Menggunakan Sensor MLX90614 Berbasis IoT Azizah Ghina Arifah; Aldo Novaznursyah Costrada; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.749 KB) | DOI: 10.25077/jfu.12.2.199-205.2023

Abstract

Telah dihasilkan pulse oximeteruntuk mengukur denyut nadi dan saturasi oksigen dengan sumber cahaya LED merah dan inframerah yang dilengkapi suhu tubuh menggunakan sensor MLX90614 berbasis Internet of Things (IoT). Intensitas cahaya dari LED ditangkap oleh fotodioda dan diubah menjadi besaran listrik berupa tegangan. Tegangan yang didapatkan dari sensor diolah sehingga menghasilkan nilai denyut nadi dalam (BPM) dan saturasi oksigen (SpO2). Sensor MLX90614 berfungsi mengukur suhu tubuh secara non contact dengan mengindera radiasi inframerah yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik. Pengolahan hasil pengukuran menggunakan NodeMCU ESP8266 untuk ditampilkan ke LCD dan web browser. NodeMCU ESP8266 berfungsi sebagai mikrokontroler yang dilengkapi modul wifi agar data hasil pengukuran sensor dapat dikirim ke web browser. Hasil pengukuran diperoleh persentase kesalahan untuk denyut nadi (BPM) sebesar 2,06 %, saturasi oksigen (SpO2) 1,47 %, dan suhu tubuh 0,60 %.
Rancang Bangun Sistem Peringatan Dini Pada Perlintasan Kereta Api Berbasis Sensor Serat Optik dan Transceiver nRF24L01+ Costrada, Aldo Novaznursyah; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.3.234-239.2019

Abstract

Telah dirancang sistem peringatan dini pada perlintasan kereta api menggunakan sensor serat optik dengan metode ekstrinsik.  Sensor serat optik digunakan untuk mengukur frekuensi dan amplitudo getaran rel kereta api dengan memanfaatkan perubahan tegangan keluaran dari fotodetektor OPT101. Data getaran dikirim dari sensor serat optik ke sistem peringatan dini menggunakan Transceiver nRF24L01+.  Rancang bangun sistem peringatan dini ini terdiri dari sumber cahaya berupa dioda laser, serat optik FD-620-10, fotodioda OPT 101, Arduino Uno sebagai unit pemrosesan sinyal, buzzer sebagai alarm untuk menghasilkan bunyi peringatan,dan LCD sebagai penampil teks peringatan. Hasil pengujian dan analisis data yang telah dilakukan terhadap jarak optimal antara ujung serat optik dengan rel kereta api yaitu 3 mm. Jarak maksimum dari pengiriman data Transceiver nRF24L01+ adalah 604 m tanpa penghalang dan 232 m dengan penghalang.  Dalam skala laboratorium, hasil pengukuran frekuensi getaran dengan alat yang dikembangkan dibandingkan dengan function generator, diperoleh kesalahan rata-rata sebesar 0,55 %.Kata kunci: frekuensi, getaran, dioda laser, serat optik
Karakterisasi nRF24L01+ dengan Kondisi Line of Sight dan Non-Line of Sight untuk Sistem Monitoring Bencana Banjir Iqbal, Muhamad; Costrada, Aldo Novaznursyah; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.50-56.2022

Abstract

Penelitian tentang karakteriasasi nRF2L01+ dengan kondisi line of sight dan non-line of sight untuk sistem monitoring bencana banjir. Penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan transceiver nRF24L01+ dalam menstranmisikan data untuk sistem monitoring bencana banjir. Karakterisasi nRF24L01+ dilakukan di Pantai Air Manis, Jalan Bypass untuk kondisi line of sight, Jalan di Universitas Andalas, Perlintasan kereta api Alai Padang untuk kondisi non-line of sight. Hasil karakterisasi transceiver nRF24L01+ kondisi line of sight di Pantai Air manis sejauh 789,6 m dan 0,09 μtesla, di Jalan Bypass 268 m dan 1,74 μtesla. Kondisi non-line of sight di jalan di Universitas Andalas 318, 7 m dan 0,03 μtesla.Perlintasan kereta api Alai 127,94 dan 6,47 μtesla. Kondisi line of sight, non-line of sight dan noise medan elektromagnetik sangat mempengaruhi jarak transmisi data. Sistem transmisi menggunakan transceiver nRF24L01+ dapat digunakan pada sistem monitoring bencana banjir berdasarkan kekeruhan air sungai.
Sistem Mitigasi Emisi CO2 pada Ruangan Menggunakan fotobioreaktor Mikroalga Berbasis Sensor MQ-135 Alwan, Muhammad Naufal; Costrada, Aldo Novaznursyah; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.1-7.2022

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem mitigasi emisi CO2 pada ruangan menggunakan fotobioreaktor mikroalga berbasis sensor MQ-135 untuk menghasilkan sistem yang dapat mereduksi emisi CO2 pada ruangan. Sistem dilengkapi dengan pengontrol suhu pada fotobioreaktor mikroalga dengan sensor LM35 dan sistem pendeteksi emisi CO2 dengan sensor MQ-135.  Fotobioreaktor terdiri dari 2 tabung yang berisi 1000 ml mikroalga Chlorella vulgaris. Pengontrolan temperatur berhasil mempertahankan suhu pada (23–30) ℃.  Konsentrasi emisi CO2 setelah fotobioreaktor menggunakan variasi sumber cahaya berupa cahaya matahari, LED biru, LED merah, LED hijau, dan tanpa cahaya. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa fotobioreaktor mikroalga yang menggunakan LED berwarna biru sebagai sumber cahaya lebih berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan mikroalga untuk mereduksi emisi CO2 dibandingkan sumber cahaya lainnya. Sensor MQ-135 dan Sensor LM-35 yang telah dikarakterisasi dapat mengukur konsentrasi CO2 dan suhu dengan persentase kesalahan masing-masing 1,94 % dan 0,58 %.  Hasil ini mengindikasikan bahwa Sensor MQ-135 dan Sensor LM-35 dapat berfungsi dengan baik sebagai sebagai sistem pendeteksi emisi CO2 dan pengontrol suhu.
Inovasi Pulse Oximeter dengan Sumber Cahaya LED Merah dan Inframerah yang Dilengkapi Suhu Tubuh Menggunakan Sensor MLX90614 Berbasis IoT Arifah, Azizah Ghina; Costrada, Aldo Novaznursyah; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.199-205.2023

Abstract

Telah dihasilkan pulse oximeteruntuk mengukur denyut nadi dan saturasi oksigen dengan sumber cahaya LED merah dan inframerah yang dilengkapi suhu tubuh menggunakan sensor MLX90614 berbasis Internet of Things (IoT). Intensitas cahaya dari LED ditangkap oleh fotodioda dan diubah menjadi besaran listrik berupa tegangan. Tegangan yang didapatkan dari sensor diolah sehingga menghasilkan nilai denyut nadi dalam (BPM) dan saturasi oksigen (SpO2). Sensor MLX90614 berfungsi mengukur suhu tubuh secara non contact dengan mengindera radiasi inframerah yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik. Pengolahan hasil pengukuran menggunakan NodeMCU ESP8266 untuk ditampilkan ke LCD dan web browser. NodeMCU ESP8266 berfungsi sebagai mikrokontroler yang dilengkapi modul wifi agar data hasil pengukuran sensor dapat dikirim ke web browser. Hasil pengukuran diperoleh persentase kesalahan untuk denyut nadi (BPM) sebesar 2,06 %, saturasi oksigen (SpO2) 1,47 %, dan suhu tubuh 0,60 %.