Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah dan sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah kecenderungan pembelajaran yang bersifat parsial dan berorientasi pada penyampaian materi secara teoritis. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik sering kali memahami materi agama secara terbatas dan kurang mampu mengaitkannya dengan realitas kehidupan yang dihadapi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan materi Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui pendekatan integratif-inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan memanfaatkan berbagai sumber literatur yang relevan, baik berupa buku, jurnal ilmiah, maupun dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan integratif-inklusif dapat menjadi alternatif dalam pengembangan materi Fikih dan SKI karena mampu menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu serta mendorong terbentuknya sikap terbuka terhadap keberagaman. Pada pembelajaran Fikih, pendekatan ini memungkinkan peserta didik memahami hukum Islam secara lebih kontekstual dan aplikatif. Sementara itu, dalam pembelajaran SKI, pendekatan integratif-inklusif membantu peserta didik mengambil hikmah dari peristiwa sejarah Islam dan mengaitkannya dengan kehidupan sosial kontemporer. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya media pembelajaran yang adaptif, serta dukungan sarana yang belum memadai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas guru dan pengembangan bahan ajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik.