Wahyudin Noor
Magister Pendidikan Agama Islam, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik, Bangka Belitung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Manajemen Kepala Sekolah Berbasis PAI Dalam Penanggulangan Kesulitan Membaca Pada Siswa Di SD Negeri 5 Tempilang Bangka Barat Erika Waluyanti; Wahyudin Noor; Indah Kusuma Dewi
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (September)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan temuan masih adanya peserta didik di SD Negeri 5 Tempilang yang mengalami hambatan dalam kemampuan membaca. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya budaya literasi, perbedaan kesiapan belajar peserta didik, serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung perkembangan kemampuan membaca. Oleh karena itu, diperlukan inovasi manajemen kepala sekolah yang tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi membaca, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai dasar pembentukan karakter, pembiasaan membaca, dan penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi manajemen kepala sekolah berbasis Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan membaca siswa di SD Negeri 5 Tempilang, menganalisis dampak penerapan inovasi tersebut terhadap peningkatan kemampuan membaca peserta didik, serta mengevaluasi pelaksanaan program yang telah dijalankan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan pihak-pihak terkait. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai implementasi inovasi manajemen kepala sekolah dalam penanggulangan kesulitan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi manajemen kepala sekolah berbasis Pendidikan Agama Islam diwujudkan melalui perencanaan program literasi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, pelaksanaan kegiatan literasi religius, pembiasaan membaca Al-Qur’an dan bahan bacaan bernuansa Islam, penguatan budaya membaca melalui keteladanan dan pembiasaan, serta kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Selain itu, kepala sekolah melakukan supervisi, pendampingan guru, penyediaan sarana literasi, serta evaluasi berkala guna memastikan keberhasilan program. Penerapan inovasi tersebut terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca, motivasi belajar, kedisiplinan, serta pembentukan karakter religius siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa inovasi manajemen kepala sekolah berbasis Pendidikan Agama Islam merupakan strategi yang efektif dalam mengatasi kesulitan membaca peserta didik. Integrasi antara fungsi manajerial, proses pembelajaran, dan nilai-nilai keagamaan mampu mendukung peningkatan kemampuan literasi sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia
Implementasi Literasi Digital Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 3 Pangkalpinang dan di SMA Muhammadiyah Pangkalpinang Jinan Faridah; Wahyudin Noor; Indah Kusuma Dewi
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (September)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of information and communication technology in the Society 5.0 era requires Islamic Religious Education (PAI) to adapt through the integration of digital literacy in learning. Digital literacy is an essential competence for students to access, understand, and critically evaluate religious information responsibly. However, its implementation in PAI learning varies across educational institutions and still faces several challenges. Therefore, this study aims to examine the implementation and implications of digital literacy in Islamic Religious Education at SMA Negeri 3 Pangkalpinang and SMA Muhammadiyah Pangkalpinang. This research employed a qualitative approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive qualitative techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation. The analytical framework was based on Gilster’s digital literacy components: internet searching, hypertextual navigation, content evaluation, and knowledge assembly. The findings indicate that digital literacy has been implemented in both schools with different characteristics. SMA Negeri 3 Pangkalpinang primarily utilizes the internet as a learning resource with teacher guidance, while SMA Muhammadiyah Pangkalpinang applies a more structured digital literacy approach using various digital platforms integrated with Islamic values. The implementation positively impacts students’ learning motivation, active participation, critical thinking skills, and learning autonomy, although challenges related to students’ digital competence and limited facilities remain.