Implementasi Kurikulum Merdeka mendorong satuan pendidikan untuk menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik guna mengembangkan kompetensi sekaligus memperkuat karakter sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Salah satu pendekatan yang mendukung tujuan tersebut adalah Deep Learning, yang menekankan pembelajaran bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Pustek Serpong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dilaksanakan melalui penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), penerapan Project Based Learning (PjBL), diskusi kelompok, dan pendekatan inquiry dengan mengedepankan prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Keberhasilan implementasi didukung oleh pelatihan guru, workshop, supervisi akademik, serta ketersediaan fasilitas pembelajaran, sedangkan kendala utama berasal dari keberagaman karakteristik peserta didik dan keterbatasan waktu pembelajaran. Implementasi Deep Learning terbukti meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran serta memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, bernalar kritis, kreatif, dan mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan penguatan karakter peserta didik