Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENGENALAN DUNIA MIGAS DAN POTENSINYA DI KAWASAN LAMPUNG PADA SISWA SMA Randy Yusuf Kurniawan; Aulia Mutiara Hikmah; Dwi Miftha Kurnia; Andri Yadi Paembonan; Stevy Canny Louhenapessy; Putri Agustryani; Meta Nisrina Syafitri; Martasari Beti Pangestuti; Azman Munthoha Maula
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.301

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap industri minyak dan gas bumi (migas), serta mengenalkan potensi sumber daya migas di wilayah Lampung. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi kepada siswa SMA Negeri 14 Bandar Lampung, dengan penyampaian materi mencakup pengenalan sektor migas secara umum, asal-usul migas, tahapan kegiatan industri migas dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream), serta mata kuliah dan kompetensi lulusan program studi teknik perminyakan. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai peluang karir di sektor migas. Acara dibuka oleh perwakilan pihak sekolah dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim pelaksana. Siswa menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab, yang memperkuat pemahaman mereka mengenai proses eksplorasi, produksi, hingga distribusi migas. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas siswa merasa terdorong untuk mendalami sektor migas dan mempertimbangkannya sebagai pilihan karir di masa depan. Dokumentasi kegiatan berupa foto, video, dan salinan materi presentasi digunakan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.
PEMETAAN CEKUNGAN AIR TANAH DENGAN METODE RESISTIVITY UNTUK MENENTUKAN SUMBER AIR TANAH DI WILAYAH TANGGAMUS PEKON SUKA AGUNG Dwi Miftha Kurnia; Randy Yusuf Kurniawan; Stevy Canny Louhenapessy; Andri Yadi Paembonan; Putri Agustryani; Azman Munthoha Maula; Ummi Kulsum Hidayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 8 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v8i2.302

Abstract

Air memiliki peran penting bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia, yang memanfaatkannya untuk berbagai keperluan sehari-hari. Sumber air yang sering digunakan masyarakat meliputi air permukaan (sungai, waduk, rawa), air tanah, dan air hujan. Namun, seiring meningkatnya populasi dan kerusakan lingkungan, ketersediaan air bersih dari sumber air permukaan semakin menurun akibat polusi, penggunaan berlebihan, jarak ke sumber air yang jauh, dan kekeringan. Untuk mengatasi krisis air bersih, berbagai langkah dapat dilakukan, seperti memperbaiki infrastruktur, memanfaatkan air tanah, menggunakan teknologi modern, membangun sistem tadah hujan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satu solusi utama adalah memanfaatkan air tanah, sumber air tawar terbesar, dengan memahami zona akuifer yang mengandung air. Meski identifikasi zona akuifer sulit karena kondisi geologi kompleks, metode geofisika, seperti resistivitas listrik, telah membantu ahli hidrogeologi dalam menentukan kedalaman, ketebalan, dan persebaran akuifer untuk mendukung pemanfaatan air tanah secara efektif. Metode geolistrik resistivitas adalah salah satu metode geofisika yang digunakan untuk memetakan struktur bawah permukaan dengan mengukur variasi resistivitas batuan. Variasi ini dipengaruhi oleh perbedaan sifat kelistrikan material di bawah permukaan, yang berguna untuk mengidentifikasi anomali geologi seperti lapisan akuifer, zona patahan, atau struktur batuan yang dapat menandakan adanya potensi air tanah atau kondisi geologi tertentu. Di wilayah Pekon Suka Agung, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, metode geolistrik resistivitas dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik geologi bawah permukaan. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan menggunakan alat resistivitymeter yang mendeteksi perbedaan nilai tahanan jenis dari satu titik ke titik lainnya. Anomali resistivitas kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi struktur geologi di bawah permukaan dan potensi keberadaan air tanah.