Shanintya Dhivya Astrinia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRODUKSI SERBUK PEWARNA ALAMI DARI BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) DENGAN TRAY DRYER YANG DIDEHUMIDIFIKASI ZEOLIT Friska Mauludifia; Shanintya Dhivya Astrinia
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.16

Abstract

[Production of Natural Colorant Powder from Clitoria ternatea L. using Zeolite-Dehumidified Tray Dryer] One of food additives that are usually added to food is coloring agents. The use of synthetic colorant in food products often causes health problems. Telang flowers, or Clitoria ternatea L., have blue color that indicates the presence of anthocyanins. Referring to this, the flowers can potentially become natural coloring agents. This research aims to yield colorant powder, study the effect of pH and temperature on anthocyanin content, study the effect of temperature and addition of maltodextrin on drying process. The research was conducted in two main stages, namely extraction and drying. The extract is varied in its pH to obtain pH with highest anthocyanin. Drying was carried out with variations in maltodextrin concentrations of 0 and 8%; temperatures of 30, 40, 50, 60, 70 and 80°C; and rate of drying air 3 m/s. The results showed that at pH 2, the highest total anthocyanin was obtained. The higher the drying temperature and maltodextrin concentration that is added, the drying process will be faster. Increasing the temperature causes the anthocyanin concentration obtained to be smaller.
PRODUKSI ASAM SITRAT DARI EKSTRAK BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr) SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK AGROINDUSTRI DI KABUPATEN SEMARANG Shanintya Dhivya Astrinia
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 2 (2022): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.337

Abstract

Asam sitrat merupakan salah satu produk yang banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada industri makanan dan farmasi. Saat ini, asam sitrat diproduksi dalam skala industri menggunakan metode fermentasi, dan jamur Aspergillus niger adalah yang paling banyak digunakan. Nanas (Ananas comosus L. Merr) merupakan salah satu buah yang memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat dengan metode fermentasi. Di Kabupaten Semarang, nanas merupakan salah satu komoditas buah yang dibudidayakan sehingga produksi asam sitrat dari nanas dapat berperan dalam diversifikasi agroindustri di Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi asam sitrat dari ekstrak buah nanas, dan mengkaji pengaruh waktu fermentasi dan penambahan nutrisi terhadap asam sitrat yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap utama, yaitu pembuatan suspensi spora dan tahap pembuatan substrat fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan variasi konsentrasi KH2PO4 2, 4 dan 4 gram; konsentrasi urea 1, 1, dan 3 gram; pH awal 3 dan waktu fermentasi 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu fermentasi maka pH akan semakin rendah. Penambahan nutrisi yang melebihi kadar optimum menyebabkan terhambatnya produksi asam sitrat.