Irwansyah Djohan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CANDI GEDONGSONGO POTENSI GEOWISATA PANAS BUMI DI KABUPATEN SEMARANG Irwansyah Djohan
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 3 No. 2 (2021): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.35

Abstract

Sistem Panas bumi Gunung Ungaran, secara administratif meliputi wilayah Kecamatan Sumowono, Bandungan, Bawen, dan Pringapus Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Secara Geografis terletak pada100O 14’54,75” - 100O 39’03,00” LS. Penelitian ini dilakukan karena keberadaan Candi Gedongsongo saat ini  baru dimanfaatkan sebagai wisata sejarah dan wisata panorama, adanya fenomena geologi di Komplek Candi Gedongsongo sebagai manifestasi Panas bumi seperti : Fumarole, Steaming Ground maupun Mata Air Panas secara keilmuan belum dikembangkan baik sebagai Laboratorium Alam maupun Situs Geowisata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Sistem Panas bumi Gunung Ungaran melalui manifestasi-manifestasi panas bumi yang muncul ke permukaan, baik yang muncul di Komplek Candi Gedongsongo maupun yang muncul di sekitar Gunung Ungaran untuk dikemas menjadi sebuah obyek wisata baru yaitu sebuah paket perjalanan geowisata untuk mengetahui Sistem Panas bumi Gunung Ungaran. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu studi pustaka dan pengumpulan data. Studi pustaka dilakukan untuk mendapat informasi dari peneliti terdahulu yang pernah melakukan penelitian Geologi dan Panas bumi di Gunung Ungaran, seperti RW. Van Bemmelen dan Corbett. Sementara data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Data Sekunder dari hasil Penelitian STTNAS Yogyakarta Tahun (2004 ). Dari hasil penelitian ini dibuat suatu Model Sistem Panas bumi Gunung Ungaran berdasarkan Konsep Sistem Panas bumi bermedan terjal dari Corbett (1994 ). Dimana Intrusi atuan beku Andesit Gunung Kendalisodo merupakan Batuan Sumber Panas dari Sistem Panas bumi Gunung Ungaran, sementara fluida Panas bumi berasal dari air hujan yang meresap menjadi air tanah dan menerima unsur gas-gas magmatik Adapun Batuan Reservoir Sistem Panas bumi Gunung Ungaran adalah Breksi Vulkanik dan Batu pasir kompak. Batuan Penutup Sistem Panas bumi Gunung Ungaran adalah Batuan Beku Andesit hasil erupsi Gunung Ungaran yang terkena proses alterasi batuan dan terubah menjadi lempung sehingga kedap air. Lokasi-lokasi munculnya Manifestasi Panas Bumi Gunung Ungaran dapat dikemas menjadi sebuah Paket Perjalanan Geowisata yang akan menambah Daya Tarik Wisata Candi Gedongsongo sebagai wisata Sejarah dan Wisata Panorama.Wisatawan disamping dapat menikmati Keindahan Alam Kabupaten Semarang sekaligus dapat belajar tentang Sistem Panas bumi Gunung Ungaran. Paket Geowisata ini dapat dikerjasamakan dengan Dunia Pendidikan dan Universitas yang memiliki Program Studi Teknik Geologi sebagai Alternatif Lokasi Eskursi Geologi atau Widya Wisata.
DAMPAK MENJAMURNYA MINIMARKET BERJEJARING DI KECAMATAN AMBARAWA TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG PASAR PROJO AMBARAWA Irwansyah Djohan
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 1 (2022): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v5i1.217

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan pendapatan pedagang di Pasar Projo Ambarawa sebelum dan sesudah menjamurnya Minimarket Berjejaring di Kecamatan Ambarawa. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa 66% responden pedagang menyatakan keberadaan minimarket berjejaring sangat berpengaruh terhadap penurunan pendapatan. Dari hasil Uji Beda membuktikan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pendapatan pedagang di Pasar Projo Ambarawa sebelum dengan sesudah menjamurnya minimarket berjejaring. Rata-rata pendapatan pedagang Pasar Projo Ambarawa sebelum menjamurnya minimarket berjejaring sebesar Rp.666.300,-/ hari. Sementara setelah menjamurnya minimarket berjejaring rata-rata pendapatan pedagang Pasar Projo Ambarawa menurun drastis menjadi Rp. 289.700,- / hari atau turun sebesar 56,52 %.
Pengembangan Geopark Kabupaten Semarang Menelusuri Lorong Waktu: ”Dari Dasar Samudera Purba, menuju Puncak Jalur Magma” Irwansyah Djohan
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 8 No. 1 (2026): Juli: Sinov: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v8i1.898

Abstract

Semarang Regency harbors an exceptional geological record comprising three evolutionary phases of the Kendeng Zone: deep-marine sedimentation (Early Miocene–Pleistocene), tectonic uplift, and ongoing volcanism of Mount Ungaran. This study aims to inventory and identify geodiversity, biodiversity, and cultural diversity across 19 sub-districts of Semarang Regency as a scientific foundation for the Semarang Regency Geopark Master Plan, and as the initial step toward UNESCO Global Geopark (UGGp) designation. An integrative literature review with a qualitative-descriptive approach, complemented by field observations, was employed. The inventory identified 22 geosites, 19 biosites, and 19 culture sites with demonstrable causal interconnections. The key uniqueness of Semarang Geopark lies in its complete record of three geological phases within one integrated area—from ancient deep-sea floor sediments in Bancak Sub-district, comparable to the Luk Ulo Mélange Complex of Kebumen UGGp, to active hydrothermal manifestations of Mount Ungaran at the Gedongsongo Temple Complex. The geotourism narrative 'Traversing the Time Corridor: From the Ancient Ocean Floor to the Summit of the Magma Pathway' is proposed as a unifying theme integrating conservation, education, and sustainable economic development. This study confirms the international potential of Semarang Regency Geopark based on the UNESCO & IUGS (2023) geological heritage assessment criteria.