Piter Joko Nugroho
Universitas Palangka Raya, Kampus Tunjung Nyaho Jalan Yos Sudarso Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Model Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Daerah Terpencil Piter Joko Nugroho
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 23 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v23i22017p152-163

Abstract

Abstract: Analysis of Needs for Training Model for the Improvement of Elementary School Teachers’ Competences in Remote Areas. The objective of this study is to analyse the needs of pri- mary school teachers in remote areas for the improvement of their competences. The data were collect- ed from 86 elementary school teachers using questionnaire, interviews, and FGD. The data were then analyzed using TNA-T. The results show that there are significant gaps in all indicators of pedagogical, social, and professional competences except those of personality competence; of the 5 indicators, there are 3 indicators that show gaps. The indicator of 'using information and communication technology for learning’ as part of pedagogic competence is an indicator that has the greatest gap. This was then put at the top priority of training needs. Abstrak: Analisis Kebutuhan Model Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD Daerah Terpencil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pelatihan bagi guru SD di daerah terpencil Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. Subjek penelitian adalah 86 orang guru. Data dikumpulkan dengan cara penyebaran angket, wawancara dan Focus Group Disscussion (FGD), yang selanjutnya dianalisis menggunakan TNA-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjang- an nyata pada seluruh indikator kompetensi pedagogik, sosial, dan professional guru; sedangkan pada kompetensi kepribadian dari 5 buah indikator terdapat 3 indikator yang mengalami kesenjangan. Pada indikator ‘memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran’ dari kompetensi pedagogic, merupakan indikator yang memiliki kesenjangan terbesar, sehingga menempati prioritas utama kebutuhan pelatihan, dan sekaligus akan menjadi fokus pelatihan inovatif yang akan dikembangkan. In House Training (IHT) merupakan bentuk pelatihan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kompetensi guru SD daerah terpencil.