Sri Redjeki
Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi 229 Bandung 40154

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Literasi Kuantitatif Mahasiswa Biologi dalam Perkuliahan Anatomi Tumbuhan Berbasis Dimensi Belajar Eni Nuraeni; Sri Redjeki; Riandi Riandi; Adi Rahmat
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um048v21i22015p127-135

Abstract

Rekomendasi bahwa mahasiswa Biologi pada jenjang sarjana (undergraduate) perlu mengembangkan keterampilan kuantitatif dan dapat mengaplikasikannya ke dalam konteks Biologi telah menjadi perhatian banyak program studi Biologi. Penelitian ini mengkaji keberhasilan program perkuliahan Anatomi Tumbuhan dengan menggunakan kerangka instruksional berbasis dimensi belajar dalam mengembangkan literasi kuantitatif mahasiswa Biologi. Program perkuliahan dibagi menjadi tiga fase dengan memperhatikan ketercapaian pengetahuan deklaratif maupun pengetahuan prosedural. Pada fase pertama mahasiswa diberi keterampilan observasi dan pengukuran mikroskopis untuk memperoleh data kuantitatif struktur anatomi tumbuhan. Fase kedua melatih mahasiswa untuk memroses informasi kuantitatif yang diperoleh dari observasi mikroskopik, mengembangkan, menghaluskan dan mencoba menggunakan informasi tersebut untuk mendeskripsikan dan memodelkan struktur suatu jaringan tumbuhan. Fase ketiga melatih mahasiswa untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan kuantitatif yang telah diperoleh untuk mendeskripsikan dan memodelkan struktur suatu organ tumbuhan. Literasi kuantitatif mahasiswa diukur berdasarkan indikator yang telah dideskripsikan oleh Association of American Colleges and Universities (2009), yaitu interpretasi, representasi, kalkulasi, asumsi, aplikasi, dan komunikasi. Pada akhir perkuliahan mahasiswa telah dapat mengembangkan literasi kuantitatif dengan baik, ditunjukan dengan ketercapaian yang memuaskan pada lima indikator. Satu indikator yang belum dapat dicapai dengan baik adalah indikator asumsi. Kami mempertimbangkan bahwa tugas-tugas pembelajaran yang terkait dengan pengembangan kemampuan asumsi perlu dioptimalkan. Perkembangan literasi kuantitatif mahasiswa secara detail diuraikan dalam makalah ini.