p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal SENI MUSIK
Dhany Yufisa Wibowo
Universitas Pelita Harapan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Gaya Mengajar Dosen dengan Motivasi Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Instrumen Mayor Piano Jessica Juliana; Dhany Yufisa Wibowo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v13i1.3742

Abstract

Learning motivation is one of the important factors in achieving success in learning. Motivation can change as the situation change. One of the changing factors in learning motivation is teaching styles. Various teaching styles can be used to teach. Differences in using teaching styles can lead to an increase or decrease in learning motivation. The objective of this study was to analyze the relationship between teaching styles and students’ learning motivation in the Major Piano Instrument course at the Music Study Program, Universitas Pelita Harapan. The research method used in this study was a quantitative approach by conducting a correlation study, involving a sample of 23 music students who are taking the Major Piano Instrument course in the odd semester of 2020/2021. The results of the study with a correlation coefficient of 0.266 indicate that there is a positive relationship between the teaching style of lecturers and learning motivation, but the level of relations between the two variables relatively weak and not significant. The contribution of lecturers’ teaching style is only 7% of the students learning motivation. The findings of this study are expected that there will be efforts for lecturers to apply the right teaching style, to increase student learning motivation. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mencapai keberhasilan belajar. Motivasi dapat berubah seiring adanya perubahan situasi di sekitar. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh dalam perubahan motivasi belajar adalah gaya mengajar dari pendidik. Terdapat berbagai gaya mengajar yang dapat digunakan, sehingga penerapan gaya mengajar yang berbeda dapat menyebabkan peningkatan maupun penurunan dalam motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya mengajar dosen dengan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Instrumen Mayor Piano di Program Studi Musik, Universitas Pelita Harapan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan sampel sebanyak 23 mahasiswa musik yang sedang menempuh mata kuliah Instrumen Mayor Piano pada semester ganjil 2020/2021. Hasil penelitian dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,266 menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara gaya mengajar dosen dengan motivasi belajar, akan tetapi tingkat hubungan kedua variabel tergolong lemah dan tidak signifikan. Besarnya kontribusi dari gaya mengajar dosen hanya 7% terhadap motivasi belajar mahasiswa. Temuan dari hasil penelitian ini diharapkan akan adanya upaya bagi dosen untuk menerapkan gaya mengajar yang tepat, agar dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
Proses Produksi Media Pembelajaran Instrumen Musik Drum Berbasis Video Tutorial Dhany Yufisa Wibowo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v13i1.3745

Abstract

The purpose of this study was to understand the production process of making drum set video tutorials as a learning media. This research is included in the research and development model, by developing video tutorial-based learning media. Procedure development of instructional media is done from the design stage to implementation, which is divided into three parts: pre-production, production, and post-production. The activities carried out are compiling materials, making scripts, preparing storyboards, video recording, audio recording, editing, and mixing. Video tutorials can be a good alternative learning media to use in practical learning, in this case as a media for learning drums. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami proses produksi media pembelajaran instrumen musik drum berbasis video tutorial. Penelitian ini termasuk dalam model penelitian dan pengembangan, dengan melakukan pengembangan pada media pembelajaran berbasis video tutorial. Prosedur pengembangan media pembelajaran ini dilakukan dari tahap perancangan hingga pelaksanaan, yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan menyusun materi, membuat naskah, menyiapkan storyboard, perekaman video, rekaman audio, editing dan mixing. Video tutorial dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran yang bersifat praktik, dalam hal ini sebagai media pembelajaran untuk instrumen musik drum. 
Analisis Hubungan Hasil Belajar Kognitif dengan Hasil Belajar Psikomotor pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Seni Program Studi Musik UPH [Analysis of the Relationship between Cognitive Learning Outcomes and Psychomotor Learning Outcomes for Students of the Faculty of Arts, Music Study Program, UPH] Dhany Yufisa Wibowo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v12i1.4850

Abstract

This research was conducted to see the relationship between cognitive learning outcomes with psychomotor learning outcomes in students at Fakultas Ilmu Seni, Program Studi Musik, Universitas Pelita Harapan. In music learning, cognitive and psychomotor domains are very influential to describe the competencies of students. This research is a quantitative study with a correlational approach. Data collection was obtained from the results of the Music Theory test scores and Major Instrument test scores. The study was conducted on 26 students who were taking Music Theory courses and also the Major Piano Instrument course. The results of this study stated that the relationship between cognitive and psychomotor learning is still relatively low and not significant. The magnitude of the contribution of cognitive learning outcomes was only 11.42% to psychomotor learning outcomes. The results of this conclusion are expected to be a reflection for developing the next curriculum design. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara hasil belajar kognitif dengan hasil belajar psikomotor pada mahasiswa Fakultas Ilmu Seni, Program Studi Musik Universitas Pelita Harapan. Dalam pembelajaran musik, ranah kognitif dan psikomotor sangat berpengaruh untuk menggambarkan kompetensi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data diperoleh dari hasil ujian Teori Musik dan ujian Instrumen Mayor. Penelitian ini dilakukan pada 26 mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Teori Musik dan juga mata kuliah Instrumen Mayor Piano. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara pembelajaran kognitif dan psikomotor masih tergolong rendah dan tidak signifikan. Besarnya kontribusi hasil belajar kognitif hanya 11,42% terhadap hasil belajar psikomotor. Hasil dari kesimpulan ini diharapkan dapat menjadi refleksi untuk pengembangan desain kurikulum selanjutnya.
Peran Media Sosial YouTube dan Pemanfaatannya Dalam Pembelajaran Musik [The Role of Social Media Through the Use of Youtube and Its Implementation in Music Learning] Febie Devina; Dhany Yufisa Wibowo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v18i1.5380

Abstract

The purpose of this study is to understand the role of social media through the use of Youtube, which can be used in music learning. This study uses a descriptive qualitative method with data sources obtained from interviews. Interviews were conducted with four sources from different countries who use Youtube as a medium for sharing information and knowledge of music learning. Based on the data analysis conducted, it was found that music learning using Youtube can complement music learning in the classroom. Youtube still cannot replace the position of teachers as educators because the material and explanations are not necessarily factually correct. Music learning with teachers’ guidance is still more optimal to minimize student misunderstandings in learning a material. Learning music using Youtube can be done by anyone without any age limit. However, students with age of 12 years and over can feel more benefits of learning using Youtube because they are able to learn independently, according to Piaget's theory of cognitive development. Bahasa Indonesia AbstractPenelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial melalui penggunaan YouTube yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran musik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara. Wawancara dilakukan terhadap empat narasumber dengan  asal negara berbeda yang menggunakan YouTube sebagai media dalam berbagi informasi dan pengetahuan pembelajaran musik. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, ditemukan bahwa pembelajaran musik dengan pemanfaatan YouTube dapat menjadi pelengkap pembelajaran musik di dalam kelas. YouTube masih belum dapat menggantikan posisi guru sebagai tenaga pendidik, karena materi dan penjelasan belum tentu benar secara faktual. Pembelajaran musik dengan guru masih lebih optimal, agar dapat meminimalisir terjadinya kesalahpahaman murid dalam mempelajari sebuah materi. Belajar musik dengan pemanfaatan YouTube dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa adanya batasan usia, namun usia 12 tahun ke atas akan lebih dapat merasakan manfaat belajar menggunakan YouTube karena mereka telah dapat belajar secara mandiri, sesuai dengan teori perkembangan kognitif Piaget.
Meninjau Penerapan Model Pembelajaran Gamelan Jawa Tingkat Sekolah Menengah Pertama Berdasar Kurikulum 2013 [Reviewing the Implementation of the Javanese Gamelan Learning Model at the Junior High School Level Based on the 2013 Curriculum] Haryo Wikantomo; Dhany Yufisa Wibowo
Jurnal SENI MUSIK Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v14i2.6052

Abstract

This study aims to provide an overview of the application of the Gamelan learning model in intracurricular activities for the junior high school. In the 2013 Curriculum that is applied, traditional music learning is mostly studied in theory, so that learning gamelan instruments as one of the traditional musical instruments at the secondary school level is rarely encountered and receives less attention. This study uses a descriptive qualitative method with expert interview data collection techniques and literature studies. The conclusion of this study is that the application of gamelan learning models at the junior high school level through project-based, problem-based, and discovery learning models has not been fully implemented in the learning process according to the 2013 Curriculum. Of the three models, the project-based learning model is considered the easiest to implement. It is also concluded that the factors that become obstacles in the learning process include teacher competence, limited learning time, technical learning models, student interest in learning, and adequate facilities. Bahasa Indonesia Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan model pembelajaran gamelan dalam kegiatan intrakurikuler untuk tingkat SMP. Dalam Kurikulum 2013 yang diterapkan, pembelajaran musik tradisional lebih banyak dipelajari secara teori saja sehingga pembelajaran instrumen gamelan sebagai salah satu instrumen musik tradisional di tingkat sekolah menengah jarang ditemui dan kurang mendapat perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data wawancara ahli dan studi literatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran gamelan di tingkat SMP melalui model pembelajaran project-based, problem-based dan discovery learning belum diterapkan sepenuhnya dalam proses pembelajaran sesuai Kurikulum 2013. Dari ketiga model tersebut, model pembelajaran project-based dinilai paling mudah untuk diterapkan. Dismpulkan juga factor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses pembelajaran antara lain kompetensi guru, waktu pembelajaran yang terbatas, teknis model pembelajaran, minat belajar siswa, dan fasilitas yang memadai.