This Author published in this journals
All Journal Jurnal SENI MUSIK
Delicia Mandy Nugroho
Universitas Pelita Harapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kualitas Musik Ibadah Melalui Pemahaman dan Pelatihan Pemandu Pujian Komisi Remaja GKI Kayu Putih [Developing the Quality of Church Music through Increased Understanding and Training Singers in Youth Group GKI Kayu Putih] Delicia Mandy Nugroho; Yemima Charista
Jurnal SENI MUSIK Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v12i2.4797

Abstract

Music plays an important role in church, as it affects the mind of the congregation during worship. As a result, singers, worship leaders, and musicians play an important part in the liturgy. GKI Kayu Putih has youth singers that are still new to the service, worship, and concept of ministry. The goal of this paper is to enhance the quality of singers through knowledge of who God is and what is worship, while also giving them practical advice on how to develop their singing technique. The singers were asked to fill out a questionnaire before and after the research was done. After two sessions, the singers are able to have a better concept of worship, ministry, and demonstrate a higher ability in singing with emotion and correct interpretation for different genres of songs. Musik memiliki peran yang penting dalam gereja karena memengaruhi pikiran jemaat ketika beribadah. Hasilnya, para penyanyi, liturgos, dan musisi memainkan posisi yang penting dalam liturgi. GKI Kayu Putih memiliki pemandu pujian di komisi remaja yang masih baru terhadap gereja, arti penyembahan, dan konsep pelayanan yang benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas musik ibadah melalui pemahaman yang tepat mengenai Allah dan arti dari penyembahan yang benar serta saran praktis dalam memperbaiki kualitas mereka bernyanyi. Jumlah responded adalah 14 pemandu pujian, yang mengikuti pemaparan mengenai arti penyembahan dan workshop cara memandu nyanyian yang benar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa setelah dua sesi, para pemandu pujian mampu memperlihatkan konsep yang benar mengenai penyembahan, pelayanan, dan kemampuan yang baik dalam bernyanyi dengan emosi dan interpretasi yang benar.
Efektivitas Komunikasi Verbal dan Non-Verbal Antara Pianis dan Penyanyi Klasik Terhadap Kualitas Pertunjukkan [The Effectivity of Verbal and Non-Verbal Communication in a Classical Pianist-Vocalist Duo Performance] Sarita Marcellina Wurangian; Delicia Mandy Nugroho
Jurnal SENI MUSIK Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal SENI MUSIK
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jsm.v15i2.7494

Abstract

Kebutuhan akan seorang pengiring yang baik sangat penting, tetapi hanya sedikit pianis profesional yang dapat bekerja sama dan mengiringi penyanyi dengan efektif. Ketika penyanyi mengambil peran sebagai pemimpin dalam pertunjukan duo dan bertemu dengan pengiring yang kesulitan berkolaborasi, terjadi gangguan dalam berkomunikasi, sehingga dapat mempengaruhi kualitas pertunjukan duo tersebut. Sebaliknya, masalah komunikasi verbal dan non verbal yang kurang baik juga dapat mempengaruhi seorang pengiring dalam mempersiapkan pertunjukkan. Komunikasi non-verbal berfungsi sebagai sarana penting bagi baik pianis maupun penyanyi untuk berkomunikasi, mencakup aspek-aspek seperti bentuk napas dan gerakan tubuh. Sebagai bentuk komunikasi verbal, kedua belah pihak dapan memulai upaya kolaboratif mereka, untuk saling menganalisis interpretasi dan elemen musik dari karya yang ingin mereka tampilkan. Baik pianis maupun penyanyi harus sejalan dalam perspektif mereka untuk memastikan pemahaman mutual dan kesesuaian dalam hal interpretasi dan elemen musik. Dengan menggunakan penelitian tindakan sebagai metode penelitian yang dipilih dengan satu siklus dan dua variabel, perbedaan signifikan menjadi jelas dalam penggunaan komunikasi verbal dan non-verbal, sejalan dengan perspektif selama proses dan pertunjukan akhir antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi persiapan yang diperlukan dan keterampilan komunikasi non-verbal yang diperlukan bagi pianis untuk dapat mengiringi dan berkolaborasi secara efektif dengan penyanyi, dengan tujuan akhir pengembangan modul pembelajaran untuk tujuan pendidikan. Abstract [English]The need for a good accompanist is significant, but few professional pianists can effectively collaborate and accompany singers. When the singer takes on the role of leader in a duo performance and encounters an accompanist who struggles to collaborate, a breakdown in communication occurs, which in turn affects the quality of the duo performance. Conversely, this issue can also impact the accompanist. Non-verbal communication serves as a vital means for both the pianist and singer to communicate, encompassing aspects such as breathing gesture and body gestures. Prior to embarking on their collaborative efforts, as a form of verbal communication, both parties can initiate their collaborative efforts to mutually analyze the interpretation and musical elements of the piece they intend to perform. By employing action research as the chosen research method with one cycle and two variables, significant differences become evident in the use of verbal and non-verbal communication and the alignment of perspectives during the progress and final performance between the control group and the experiment group. This research aims to explore the necessary preparation and non-verbal communication skills required for pianists to effectively accompany and collaborate with singers, with the ultimate goal of developing a learning module for educational purposes.