Kesehatan merupakan faktor penting dalam mencapai masyarakat sejahtera, termasuk mewujudkan hak hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang mampu melindungi mereka dari berbagai risiko. Kebersihan mulut tidak hanya menjadi aspek estetika tetapi juga merupakan landasan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dalam konteks ini, ajaran Islam khususnya sunnah Nabi Muhammad SAW memberikan bimbingan berharga dalam perawatan gigi. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review. Pencarian literature review menggunakan data base PubMed dan Google Scholar, lalu setelah itu dilakukan seleksi yang sesuai dengan kriteria artikel yang dibuat. Dalam hal kesehatan mulut, Islam telah lama menekankan pentingnya menjaga kebersihan mulut dan rongga mulut, sebagaimana tercantum dalam kitab suci dan kitab ulama sebelumnya. Menyikat gigi atau yang biasa kita sebut dengan “siwak” adalah sunnah. Siwak adalah kunyah tradisional yang terbuat dari akar, cabang dan batang tanaman Salvadora persica dan telah digunakan sebagai metode pembersihan gigi alami di banyak belahan dunia selama ribuan tahun. Banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa siwak (Salvadora persica) memiliki sifat antibakteri, antijamur, antivirus, antibakteri dan antiplak. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa siwak memiliki efek antioksidan, analgesik, dan antiinflamasi. Dan tongkat kunyah ini, dikenal dengan banyak nama di berbagai budaya. Tongkat ini disebut “siwak” dalam bahasa Arab, “koyoji” dalam bahasa Jepang, “qesam” dalam bahasa Ibrani, “qisa” dalam bahasa Aram dan “dempul” dalam bahasa Latin.