Iqram Anwar Ramadhan
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CARA BERTUTUR KATA YANG BAIK DALAM ISLAM Rahmadi; Iqram Anwar Ramadhan; Maulana Abdurrasyid
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2024): Mei Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v3i3.994

Abstract

Komunikasi saat ini sering kali mengabaikan pentingnya berbicara atau berbicara dengan benar. Kita sering menjumpai penggunaan kata-kata kotor yang merajalela di lingkungan sekitar kita, hingga menjadi standar dan orang-orang berhenti menggunakan bahasa yang pantas ketika berbicara dengan orang lanjut usia. Seseorang dapat belajar banyak tentang karakter seseorang hanya dengan mendengarkan pola bicaranya. Jadi, kami menulis ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang perspektif Islam tentang nilai bahasa. Penelitian ini menggunakan teknik penulisan deskriptif kualitatif untuk mengkaji berbagai rumusan masalah dan data yang berkaitan dengan percakapan mendalam yang akan datang. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk majalah, buku cetak, dan buku elektronik. Temuan ini menunjukkan bahwa gagasan tentang kebaikan bukanlah perkembangan terkini dalam Islam, karena gagasan tentang kebaikan bahasa telah disebutkan sebelumnya dalam banyak surah Al-Qur'an jauh sebelum para sarjana barat mengemukakan pandangan mereka mengenai hal tersebut. Dengan ini , kita mampu memahami Islam menuntut kita bersikap sopan kepada setiap orang yang kita temui. Kesopanan, menghargai orang lain, menahan diri untuk tidak melontarkan kata-kata kasar yang dapat melukai perasaan, dan menjaga hubungan baik antar sesama merupakan aspek-aspek berbahasa yang dianggap bermanfaat dalam perspektif Islam. Dimensi moral dan agama dari bahasa saling terkait, dan Allah SWT memberkati mereka yang menggunakan bahasa yang tepat dalam doa mereka.