Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Betania Sungai Maboh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menggambarkan dampak kekerasan orang tua terhadap fisik dan psikologis anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang difokuskan pada informan utama, yang berinisial DK, yang telah mengalami kekerasan orang tua yang dilakukan oleh ibunya. Selain informan utama, dua informan tambahan dan beberapa kontributor lainnya dilibatkan untuk meningkatkan kedalaman dan keandalan informasi yang dikumpulkan untuk studi kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak fisik dan psikologis dari kekerasan yang dilakukan oleh ibu DK terhadap DK. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh ibu DK berdampak signifikan pada kesehatan fisik DK, yang terlihat dari luka-luka yang tampak seperti memar, bengkak di berbagai anggota badan, goresan akibat kekerasan fisik, dan luka di bagian rusuknya. Lebih jauh, DK juga menunjukkan dampak secara psikologis, yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengisolasi diri di rumah karena takut pada ibunya. Ia mengalami kecemasan dan kekhawatiran untuk terlibat dalam kegiatan, karena ia takut akan teguran atas kesalahan yang diperbuatnya. Tidak hanya itu, perilaku DK mulai mencerminkan sikap yang lebih agresif; yakni selama berinteraksi dengan teman sebaya, ia sering menunjukkan kemarahan dan tidak mau mengalah dalam konflik.