ABSTRACT The study examines the management of the HIPPAM clean water program administered by BUMDes Cipta Mandiri in Kajeksan Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency, by applying George R. Terry’s management functions, namely planning, organizing, actuating, and controlling, as the analytical framework. A qualitative research design with a descriptive approach was employed. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and document analysis, and subsequently analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the management of the HIPPAM program has generally been implemented effectively through participatory planning, a clearly defined organizational structure, routine operation of water distribution services, and periodic monitoring and evaluation. The program has improved community access to clean water while contributing to an increase in Village Original Revenue (PADes). Nevertheless, several managerial challenges remain, including limited human resource capacity, the absence of comprehensive standard operating procedures and systematic administrative documentation, and inadequate operational infrastructure. These limitations affect the efficiency and consistency of program implementation. Therefore, strengthening institutional governance, enhancing the managerial capacity of HIPPAM administrators, and improving operational support systems are recommended to ensure the effectiveness, accountability, and long-term sustainability of clean water services. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan program air bersih HIPPAM yang diselenggarakan oleh BUMDes Cipta Mandiri di Desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan fungsi manajemen George R. Terry, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sebagai landasan analisis. Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program HIPPAM telah berjalan secara efektif yang ditunjukkan oleh perencanaan yang melibatkan masyarakat, pembagian tugas organisasi yang jelas, pelaksanaan distribusi air bersih secara berkesinambungan, serta kegiatan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara rutin. Program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan akses masyarakat terhadap layanan air bersih sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes). Di sisi lain, pengelolaan program masih menghadapi beberapa kendala, meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, belum optimalnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), dokumentasi administrasi yang belum tertata dengan baik, serta keterbatasan sarana operasional. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan kapasitas pengelola HIPPAM, serta peningkatan dukungan operasional agar layanan air bersih dapat diselenggarakan secara lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.