Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN STRATEGI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SIDOARJO DALAM MELAKUKAN PENGENDALIAN POLUSI UDARA DI KECAMATAN KRIAN Mochammad Nabil Firzatulloh; Agus Widiyarta
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1257

Abstract

Polusi udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan strategis karena berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan. Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi akibat aktivitas industri dan transportasi, khususnya penggunaan limbah plastik sebagai bahan bakar oleh Industri Kecil Menengah (IKM) tahu di Desa Tropodo. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen strategi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dalam pengendalian polusi udara di Kecamatan Krian menggunakan teori manajemen strategi Fred R. David yang meliputi formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DLHK telah menerapkan seluruh tahapan manajemen strategi melalui perumusan strategi yang mengacu pada RPJMD Kabupaten Sidoarjo, pelaksanaan pengawasan, pembinaan, sosialisasi, pemantauan kualitas udara, serta evaluasi berbasis Indeks Kualitas Udara (IKU). Meskipun demikian, implementasi strategi belum berjalan optimal karena masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, terbatasnya sarana pemantauan, rendahnya kepatuhan sebagian pelaku usaha, serta kendala penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi sistem pemantauan kualitas udara, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta pemberian dukungan teknis bagi pelaku IKM diperlukan agar pengendalian polusi udara dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.