Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMANFAATAN SIBERAS TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA SIPODECENG KECAMATAN BARANTI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Muh Agung; Lukman Lukman; Andi Nilwana
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Administrasi Desa (SIBERAS) terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum optimalnya pemanfaatan SIBERAS dalam mendukung pelayanan administrasi desa, meskipun regulasi dan kebijakan digitalisasi pemerintahan telah mendorong penerapan e-government di tingkat desa. Kajian ini menggunakan teori e-government, konsep pemanfaatan sistem informasi dari (Davis, 1989), serta model SERVQUAL dari (Parasuraman et al., 1988), yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy sebagai landasan pengukuran kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis asosiatif, melibatkan 52 responden dari populasi 260 orang melalui teknik sampling 20 persen. Data digali melalui kuesioner berskala Likert, observasi langsung, serta studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana berbantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan SIBERAS berkategori sangat baik dengan capaian 82,01 persen, dan kualitas pelayanan publik juga berkategori sangat baik dengan capaian 84,23 persen. Uji regresi membuktikan pengaruh positif dan signifikan pemanfaatan SIBERAS terhadap kualitas pelayanan publik, dengan koefisien regresi 0,336, nilai t hitung 2,274, dan signifikansi 0,027, serta kontribusi sebesar 9,4 persen terhadap variabel kualitas pelayanan, sementara 90,6 persen sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model seperti kompetensi aparatur dan budaya organisasi. Disimpulkan bahwa optimalisasi pemanfaatan SIBERAS berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa.