UMKM Ind. SoulArt di Kota Malang, Jawa Timur, merupakan usaha kreatif berbasis fiberglass yang menghadapi permasalahan berupa proses produksi yang masih dominan manual, waktu pengerjaan yang relatif lama, keterbatasan presisi produk, belum tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) secara sistematis, serta pemanfaatan pemasaran digital yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, kapasitas teknis dan manajerial, serta daya saing mitra melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan digital. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Intervensi meliputi pelatihan dan penerapan 3D printing dan laser cutting, desain digital, penyusunan SOP produksi, serta pemasaran digital. Kegiatan pelatihan melibatkan 25 peserta yang berkaitan dengan usaha seni berbahan fiberglass. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi 3D printing dan laser cutting mampu menurunkan waktu pengerjaan salah satu komponen dari sekitar 8 jam menjadi 1,5 jam atau sebesar 81,25%. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan capaian indikator keberdayaan mitra dari kisaran 15–40% sebelum program menjadi 55–75% setelah program. Mitra juga mampu menyusun draf SOP produksi dan mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendampingan manajerial-digital berpotensi meningkatkan efisiensi produksi dan kapasitas usaha UMKM kreatif.