Hotnida Sinaga
Departemen Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Bibit F-0 Jamur Surai Singa (Hericium erinaceus) bagi Petani Jamur di Kota Medan Liana Dwi Sri Hastuti; Sinar Indra Kesuma; Hotnida Sinaga; Erman Munir; Chairullah Chairullah; Rafi Danmeliano Pazsa; Siti Rahmayuni; Maydita Maydita
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2733

Abstract

Jamur Surai Singa (Hericium erinaceus), dikenal secara internasional sebagai Lion’s Mane, merupakan salah satu jamur pangan dan fungsional yang semakin banyak dikembangkan, khususnya di kawasan Asia Timur. Jamur ini memiliki nilai gizi yang tinggi, ditandai dengan kandungan protein sekitar 20%, karbohidrat 61%, lemak 5%, air 4%, serta berbagai asam amino. Selain itu, Jamur Surai Singa mengandung senyawa bioaktif penting, seperti erinacines yang termasuk golongan terpenoid dan berperan dalam stimulasi nerve growth factor (NGF), serta β-glukan yang berfungsi sebagai imunomodulator. Kandungan tersebut menjadikan jamur ini memiliki potensi ekonomi dan kesehatan yang tinggi. Salah satu mitra budidaya, Agro Jamur yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara, telah berhasil membudidayakan Jamur Surai Singa. Namun, proses produksi bibit F-0 masih sering mengalami kegagalan akibat tingginya risiko kontaminasi pada tahap isolasi, inokulasi, dan inkubasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan kerja aseptik dan teknik dekontaminasi bibit F-0 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Sumatera Utara. Metode yang digunakan meliputi ceramah, edukasi interaktif, praktik langsung, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, minat kewirausahaan, serta motivasi petani dalam mengembangkan usaha berbasis Jamur Surai Singa secara berkelanjutan.