Wahyu Ananda Konik Purbaningrum
Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas BPD, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Konsumen Sido Luhur Makmur Kota Semarang, Jawa Tengah melalui Pelatihan dan Pendampingan Literasi Keamanan Data Dasar Julius Warih Angkasa; Wahyu Ananda Konik Purbaningrum
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2916

Abstract

Pengelolaan administrasi Koperasi Konsumen Sido Luhur Makmur Kota Semarang, Jawa Tengah telah menggunakan Microsoft Excel untuk pencatatan anggota, simpanan, pinjaman, dan laporan keuangan, tetapi belum didukung literasi keamanan data yang memadai. Kondisi ini berisiko menimbulkan kehilangan file, duplikasi data, kesalahan penghapusan, dan akses tidak sah terhadap informasi anggota. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keamanan data dasar melalui pelatihan dan pendampingan administrasi berbasis Excel. Koperasi mitra dikelola oleh 15 pengurus dan memiliki 210 anggota aktif, sedangkan kegiatan pelatihan diikuti oleh 40 peserta. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui survei awal, sosialisasi, pelatihan administrasi digital, praktik keamanan data, pencadangan dan pemulihan data, serta evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi praktik, diskusi, umpan balik peserta, audit sederhana, dan penilaian ketercapaian indikator kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu memahami pentingnya pengamanan file, pengelolaan folder, penamaan file yang konsisten, pembatasan akses, serta pencadangan data. Capaian kegiatan diarahkan pada indikator minimal 80% pemahaman peserta dan penerapan prosedur administrasi yang lebih tertib. Dampak langsung kegiatan terlihat pada pengelolaan dokumen yang lebih terstruktur, data sensitif lebih terlindungi, dan tersusunnya kebiasaan kerja digital yang lebih aman.