Alifah Nur Fitriana Naridha
Tanjungpura University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konflik Kewenangan BPSK dan Pengadilan Dalam Sengketa Pembiayaan Konsumen Alifah Nur Fitriana Naridha; Rachmawati
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 9 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v9i1.13012

Abstract

This study aims to analyze the Conflict of Authority between the Consumer Dispute Resolution Agency (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen/BPSK) and the District Court in resolving consumer financing disputes secured by fiduciary guarantees, with specific reference to Decision Number 62/Pdt.Sus-BPSK/2024/PN Idm. The research is motivated by the need for fast, simple, and low-cost consumer dispute resolution, which in practice is often undermined by unclear jurisdictional boundaries, the dualism of decision finality and objection mechanisms, and the overlap between consumer protection norms and contractual default as well as fiduciary enforcement. This study employs a normative juridical method based on literature research using statutory, case, and conceptual approaches, with qualitative analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials to assess normative consistency and the legal implications of the decision. The findings reveal that the classification of the dispute object is decisive in determining jurisdiction, where BPSK is appropriate when the dispute centers on violations of consumer protection norms in service provision and settlement procedures, provided that the chosen mechanism complies with the principle of voluntariness. Conversely, when the core issue concerns contractual default, interpretation of forum selection clauses, and the legality of fiduciary execution following constitutional review, the general court constitutes the proper forum. The study concludes that the absence of clear jurisdictional demarcation results in procedural inefficiency, increased costs, and delayed legal remedies, thereby diminishing the effectiveness of BPSK as an alternative dispute resolution body.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik kewenangan antara Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan pengadilan negeri dalam penyelesaian sengketa pembiayaan konsumen yang dijamin dengan fidusia, dengan menelaah Putusan Nomor 62/Pdt.Sus-BPSK/2024/PN Idm. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penyelesaian sengketa konsumen yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan, namun dalam praktiknya sering terkendala oleh ketidakjelasan batas yurisdiksi, dualisme sifat final putusan dan mekanisme keberatan, serta tumpang tindih antara norma perlindungan konsumen, wanprestasi kontraktual, dan eksekusi jaminan fidusia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual, serta analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier untuk menilai konsistensi norma dan implikasi yuridis putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi objek sengketa menjadi faktor penentu kewenangan forum, di mana BPSK relevan apabila sengketa berfokus pada pelanggaran norma perlindungan konsumen dalam penyediaan jasa dan prosedur penyelesaian sengketa dengan tetap memenuhi prinsip kesukarelaan. Sebaliknya, apabila pokok perkara berkaitan dengan wanprestasi perjanjian, penafsiran klausula pilihan forum, dan legalitas eksekusi fidusia pasca koreksi konstitusional, maka pengadilan negeri merupakan forum yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakjelasan batas kewenangan tersebut menimbulkan proses berlapis, meningkatkan biaya, dan menunda pemulihan hak konsumen, sehingga melemahkan efektivitas BPSK sebagai lembaga penyelesaian sengketa alternatif.  
Legal Marketing: Pemanfaatan Teknologi AI Dalam Meningkatkan Kompetensi KewirausahaanDi SMK-SMTI Pontianak David Banjarnahor; Sy. M. Ikhsan; Tengku Prayudha Andrias; Alifah Nur Fitriana Naridha; Auliya Rochman
KADARKUM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/nywrah80

Abstract

Abstract The rapid development of artificial intelligence (AI) technology has had a significant impact on the transformation of entrepreneurship, particularly in vocational high schools (SMK). Community service activities have benefited students at SMK-SMTI Pontianak in their study of the use of AI in legal marketing as an effort to improve the effectiveness of entrepreneurship. Through interactive and demonstrative training methods, students are encouraged to master AI-based digital tools such as Canva and ChatGPT while understanding the legal aspects that must be complied with in the digital marketing process. The integration of AI and legal marketing will increase the creativity and efficiency of product promotion and also instill the principle of legal compliance, which is important in building a sustainable business reputation. This educational model is effective in preparing students to adapt and innovate in running their businesses. The collaboration between SMK-SMTI and universities also strengthens the vocational education ecosystem that is ready to face the growing digital challenges. The use of AI in legal marketing will contribute to the development of competitive entrepreneurship based on strong legal foundations. Keywords: Artificial Intelligence; Legal Marketing; Entrepreneurship;   Abstrak Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) memberikan dampak signifikan ke dalam transformasi kewirausahaan, khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan memberikan manfaat pada siswa SMK-SMTI Pontianak terhadap  kajian pemanfaatan AI dalam legal marketing sebagai upaya dalam meningkatkan efektivitas kewirausahaan. Melalui metode pelatihan yang interaktif dan demonstratif, para siswa didorong untuk menguasai alat digital berbasis AI seperti Canva, ChatGPT sekaligus memahami aspek hukum yang harus ditaati dalam proses pemasaran secara digital. Integrasi AI dan legal marketing akan meningkatkan kreativitas dan efisiensi promosi produk dan menanamkan pula prinsip kepatuhan hukum yang penting dalam membangun reputasi usaha yang berkelanjutan. Model pendidikan ini efektif dalam menyiapkan para siswa agar beradaptasi dan berinovasi dalam menjalankan kewirausahaannya. Kolaborasi yang dilakukan antara SMK-SMTI dan Perguruan Tinggi juga memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang siap dalam menghadapi tantangan digital yang semakin berkembang. Dengan pemanfaatan AI dalam legal marketing akan memberikan kontribusi bagi pengembangan kewirausahaan yang berdaya saing dan berlandaskan hukum yang kuat. Kata Kunci: Aritificial Intellegence; Legal Marketing; Kewirausahaan;