Nadita Salvina
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Tadulako, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Telaah Analisis Kewarganegaraan Berbasis Kasus Nyata sebagai Model Pengabdian Magang Hukum di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Tengah: - Nafila Harsya Ramadhani; Farah Fadilah; Kezia Nooh; Nadita Salvina; Ristiar Simanjorang; Nur Rizkiya Muhlas; Andre Tanjung Orisa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2961

Abstract

Magang di instansi pemerintah bukan sekadar praktik kerja, namun dapat menjadi bentuk pengabdian nyata ketika mahasiswa dilibatkan dalam persoalan hukum yang aktual. Artikel ini mendokumentasikan kegiatan pendampingan 5 (lima) mahasiswa magang Fakultas Hukum Universitas Tadulako di Kanwil Kemenkum Provinsi Sulawesi Tengah (2026), yang menelaah kasus penetapan status WNI Almarhum Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri yang dikenal sebagai Guru Tua, yang telah diselesaikan instansi pada 2024 namun menyisakan pertanyaan normatif penting. Kegiatan dilakukan melalui lima tahap: pengumpulan dokumen kasus, telaah regulasi yang berlaku saat kasus ditangani, analisis komparatif terhadap Permenkum No. 6 Tahun 2025, konsultasi pembimbing lapangan, dan penyerahan hasil telaah. Evaluasi kompetensi dilakukan oleh pembimbing lapangan menggunakan tiga indikator terukur: kemampuan mengidentifikasi kekosongan norma, kemampuan membangun argumentasi hukum berbasis asas, dan kemampuan merumuskan rekomendasi yang operasional. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi analisis normatif mahasiswa secara signifikan, dari sekadar membaca ketentuan yang ada menjadi mampu mengidentifikasi kekosongan norma, menguji batas penerapan regulasi, dan merumuskan rekomendasi yang operasional. Regulasi yang berlaku pada 2024 maupun Permenkum No. 6 Tahun 2025 sama-sama belum mengatur secara eksplisit prosedur penegasan WNI bagi pemohon yang telah wafat; temuan ini menjadi basis tiga luaran analitis yang diserahkan kepada instansi mitra sebagai bahan pertimbangan pembaruan kebijakan kewarganegaraan. Artikel ini menunjukkan bahwa program magang yang dirancang dengan orientasi kasus nyata berbobot dapat menjadi wahana pengabdian sekaligus pembentukan kompetensi analitis mahasiswa hukum yang sesungguhnya.