Cahyaning Suryaningrum
Magister Psikologi Sains, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa melalui Psikoedukasi untuk Meningkatkan Self-Efficacy dalam Pelayanan Kesehatan Mental Allviola Putri Pindha Prameswary; Cahyaning Suryaningrum; Djudiyah Djudiyah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3034

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang memerlukan dukungan pelayanan berbasis komunitas melalui peran kader kesehatan jiwa. Meskipun telah memperoleh pembekalan dari puskesmas, sebagian kader masih memiliki tingkat self-efficacy yang rendah sehingga kurang percaya diri dalam memberikan edukasi, pendampingan, maupun deteksi dini masalah kesehatan mental di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy kader kesehatan jiwa melalui psikoedukasi berbasis sumber efikasi Bandura. Metode yang digunakan berupa desain pre-eksperimental dengan model one-group pre-test–post-test terhadap 10 kader kesehatan jiwa yang aktif di wilayah kerja puskesmas. Intervensi dilaksanakan melalui psikoedukasi yang mengintegrasikan empat sumber efikasi Bandura, yaitu mastery experience, vicarious experience, verbal persuasion, serta physiological and emotional states, dengan metode presentasi interaktif, diskusi, simulasi, role-play, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan skala self-efficacy yang dianalisis melalui Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-efficacy dari 28,50 sebelum intervensi menjadi 51,30 setelah intervensi dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Selain mengalami peningkatan keyakinan diri, kader juga menunjukkan keberanian yang lebih tinggi dalam berdiskusi, melakukan simulasi, serta memberikan edukasi kesehatan mental kepada masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis sumber efikasi Bandura tidak hanya meningkatkan self-efficacy kader, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan fungsi promotif dan preventif kesehatan mental. Oleh karena itu, program ini berpotensi diintegrasikan sebagai model pemberdayaan kader untuk mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan mental berbasis komunitas.