Indonesia, sebagai produsen kelapa terbesar, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan limbah batok kelapa, yang hingga kini belum sepenuhnya dimanfaatkan. batok kelapa keras, tahan lama, dan memiliki tekstur alami, menjadikannya bahan potensial untuk menciptakan produk kerajinan ramah lingkungan bernilai tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan teknis, dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa dengan menggunakan batok kelapa sebagai produk dekorasi dinding. Target sasaran kegiatan ini adalah 17 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Sahid Surakarta, yang diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dalam mengolah batok kelapa menjadi produk kerajinan hiasan dinding bernilai ekonomi sebagai peluang usaha kecil dan menengah. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi konseptual secara interaktif, demonstrasi praktik langsung, dan sesi diskusi dengan sesi tanya jawab. Sistem penilaian keberhasilan program dievaluasi secara kualitatif melalui instrumen observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai ekonomi limbah batok kelapa, peningkatan kesadaran lingkungan, dan peningkatan keterampilan kolaborasi dan inovasi desain. Dari perspektif ekonomi, peserta memperoleh pemahaman tentang peluang bisnis, strategi penetapan harga, pengemasan produk, dan metode promosi untuk barang kerajinan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa menggabungkan pendidikan dengan praktik langsung dapat secara efektif mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.