Cesarina Silaban
Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Bahaya Junk Food dan Minuman Manis di Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar Cesarina Silaban; Jespin Saurlina Manalu; Yunis Veronika Purba; Stenny Prawitasari; Maru Mary Jones Panjaitan; Endang Kurnia Waruwu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3086

Abstract

 Konsumsi junk food dan minuman berpemanis semakin meningkat di berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar banyak yang mengkonsumsi junk food dan minuman manis dengan rutin khususnya remaja dan anak-anak. Pola konsumsi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, serta berbagai penyakit tidak menular lainnya. Rendahnya pemaparan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai dampak konsumsi makanan junk food yang tinggi gula, garam, dan lemak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi junk food dan minuman manis yang kurang sehat untuk tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui penyuluhan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran jemaat GMAHK Getsemani Jl. Nias Kota Pematangsiantar mengenai bahaya konsumsi junk food dan minuman manis melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan uji proporsi (binomial) dengan memberikan penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest dengan 10 pernyataan dengan memberikan jawaban setuju dan tidak setuju di lembaran yang disediakan. Kegiatan diikuti oleh 35 responden yang terdiri atas anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden pada tahap pretest, mayoritas responden berada pada kategori tidak setuju yaitu sebanyak 21 orang (60%) yang menyatakan bahwa junk food dan minuman manis baik untuk dikonsumsi. Namun, setelah diberikan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pada tahap post-test dimana sebanyak 26 responden (74,3%) menunjukkan penilaian setuju bahwa junk food dan minuman manis tidak baik dikonsumsi setiap hari. Responden juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya membatasi konsumsi junk food dan minuman manis sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak sehingga mampu membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat Kota Pematangsiantar.