Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memegang peranan signifikan dalam perekonomian nasional, namun banyak yang masih menghadapi tantangan dalam proses transformasi digital, khususnya pada aspek promosi, pengelolaan informasi usaha, dan operasional yang masih bersifat manual. Program pengabdian ini dilaksanakan pada UMKM Warkop Ayah di Kedurus, Surabaya, dengan tujuan mendukung transformasi usaha melalui pengembangan website, integrasi Google Maps, penyediaan media promosi, serta pendampingan dalam pengelolaan usaha berbasis digital. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem dan media promosi, pengembangan sistem informasi, implementasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan mengombinasikan indikator kuantitatif dari data pengunjung harian dan indikator kualitatif dari wawancara dengan mitra. Program ini mengintegrasikan pengembangan website, integrasi Google Maps, media promosi, dan pendampingan intensif dalam satu rangkaian pemberdayaan UMKM kuliner skala mikro. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa Warkop Ayah telah memiliki katalog digital berbasis website, identitas lokasi usaha yang lebih mudah diakses melalui Google Maps, serta peningkatan rata-rata pengunjung harian dari sekitar 14 menjadi 24 orang per hari. Selain itu, mitra mampu mengelola dashboard dan memperbarui konten website secara mandiri setelah pelatihan, yang menunjukkan penguatan kapasitas digital secara nyata. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi berbasis website yang disertai pendampingan intensif dapat menjadi model pemberdayaan yang efektif bagi UMKM kuliner skala mikro, sebagaimana tercermin dari peningkatan jumlah pengunjung dan kemandirian mitra dalam pengelolaan sistem digital.