Sayyidatun Khofifah
Pendidikan Bahasa Inggris, FBSH, Universitas Hamzanwadi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengubah Stigma “Bahasa Inggris itu Sulit” menjadi Menyenangkan melalui Mini English Course bagi Anak-Anak Maulidiyatun Nupus Akhzami; Ansori Saputra; Sayyidatun Khofifah; Siti Maysuroh
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3113

Abstract

Bahasa Inggris sering dianggap menakutkan oleh anak-anak di daerah pedesaan akibat keterbatasan akses, lingkungan nonformal yang minim, dan metode pengajaran yang monoton. Padahal, penguasaan bahasa asing sangat penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda di era global. Menjawab tantangan ini, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa di Desa Gelora menyelenggarakan program Mini English Course (Kursus Singkat Bahasa Inggris berbasis Fun Learning). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengubah stigma negatif bahwa "Bahasa Inggris itu sulit", menumbuhkan motivasi belajar, serta meningkatkan penguasaan kosakata dasar dan kepercayaan diri anak-anak. Metode pengabdian yang diterapkan adalah pendekatan Fun Learning yang mengintegrasikan permainan edukatif, lagu, dan teknik Total Physical Response (TPR) yang dilaksanakan secara konsisten sebanyak 2 kali seminggu selama 4 minggu (8 pertemuan). Sasaran kegiatan ini melibatkan 45 anak usia Sekolah Dasar (7–12 tahun). Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui lembar observasi partisipasi, tes evaluasi penguasaan kosakata dasar sebelum dan sesudah program, serta wawancara semi-terstruktur dengan orang tua dan tokoh masyarakat. Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif yang signifikan: terjadi peningkatan penguasaan kosakata dasar secara keseluruhan dari rata-rata 48,75% menjadi 86,25% (kata kerja dari 45% ke 85%, sapaan dari 50% ke 90%, nama hewan dari 60% ke 90%, dan instruksi kelas dari 40% ke 80%). Selain itu, partisipasi aktif dan keberanian anak-anak dalam melafalkan bahasa Inggris meningkat pesat, serta terbangun budaya belajar baru yang didukung penuh oleh masyarakat Desa Gelora. Kesimpulannya, metode pembelajaran interaktif berbasis TPR dan Fun Learning terbukti efektif dalam memicu motivasi serta kapasitas bahasa anak di pedesaan, sehingga disarankan untuk diteruskan melalui pembentukan komunitas belajar desa.