Kartika Tri Yamaryanti
Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Redesain dan Repacking Kemasan Dodol Siwalan untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM di Desa Ngujuran Kartika Tri Yamaryanti; Farah Amelia Putri; Shindy Priyaningtyas; Rafhael Irvin Saragih; Yesi Mustika Ningsih
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3153

Abstract

Kabupaten Tuban, khususnya Desa Ngujuran mernáliki potensi lokal berupa buah siwalan yang diolah menjadi dodol siwalan oleh Ibu PKK Kelompok B2SA sebagai produk unggulan desa. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah kemasan produk yung masih sederhana, belum memiliki identitas merek. Informasi produk, maupun desain visual yang menarik, sehingga daya saing dan peluang pemasarannya masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan n dan keterampilan anggota kelompok dalam melakukan redesain kemasan dan repacking produk melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan diawali dengan sosialisasi materi mengenai fungsi kemasan dan prinsip desain, dilanjutkan demonstrasi oleh tim pelaksana mengenai teknik redesain label dan repacking, kemudian seluruh 16 anggota Kelompok PKK B2SA mempraktikkan langsung penyusunan produk ke dalam box kemasan dan penempelan label hingga mampu menerapkan kemasan baru secara mandiri, dengan pendampingan tim pelaksana pada setiap tahapan. Evaluasi menggunakan kuesioner pre-test post test dan observast keterampilan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta (86,25%-92,50%) dan keterampilan teknis (70.00%-85,00%). Produk yang semula dikemas plastik dan mika sederhana ini dilengkapt label, box kemasan, serta slogan sehingga ramptiannya lebih modern dan informaztf. Selama proses pendampingan, mitra menyampaikan bahwa kemasan baru membuat produk lebih layak dijadikan oleh-oleh dan dipasarkan ke luar desa, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperoleh respons positif dari konsumen. Perubahan int turut mendorong kenatkan harga jual dart Rp7.500 menjadi Rp10.000 per kemasan (33,3%). Dengan demikian, pendampingan intensif dalam inovasi kemasan terbukti mampu meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan identitas produk dodoi siwalan sebagai oleh-oleh khaz Kabupaten Tuben.