Meiyanto Eko Sulistyo
Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Insinerator Ramah Lingkungan di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Sutrisno Ibrahim; Faisal Rahutomo; Subuh Pramono; Joko Hariyono; Muhammad Hamka Ibrahim; Josaphat Tetuko Sri Sumantyo; Meiyanto Eko Sulistyo; Tofa Aditya Putra
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3204

Abstract

Peningkatan jumlah santri dan aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo berdampak pada meningkatnya timbulan sampah domestik yang belum terkelola optimal sehingga memicu praktik pembakaran terbuka. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada April hingga Juli 2026 ini bertujuan mengimplementasikan insinerator ramah lingkungan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren. Metode pelaksanaan meliputi survei timbulan sampah, perancangan dan fabrikasi insinerator double chamber kapasitas 700 Liter terintegrasi wet scrubber, edukasi prinsip 3R, pelatihan operasional, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan insinerator beroperasi optimal pada volume isian 200–300 Liter dengan durasi pembakaran 15–20 menit pada suhu ruang sekunder 800 °C – 900 °C, menghasilkan efisiensi reduksi volume sampah sebesar 88,8% dan reduksi massa sebesar 86,0%. Penerapan wet scrubber terbukti menurunkan konsentrasi partikulat gas buang sebesar 78,5% (menjadi 45,2 mg/Nm³), menekan kadar karbon monoksida hingga 24,2 ppm, serta menghasilkan asap buangan dengan opasitas di bawah skala 1 Ringelmann. Program pendampingan ini berhasil meningkatkan pemahaman 28 santri mengenai prinsip 3R sebesar 86,9% (skor rata-rata naik dari 46,8 pada pre-test menjadi 87,5 pada post-test), meningkatkan kepatuhan pemilahan sampah santri hingga 84%, serta mencetak 6 operator yang kompeten menjalankan SOP dan K3. Keberadaan insinerator dan tim pengelola lingkungan internal berhasil mewujudkan kemandirian pesantren dalam mengolah sampah residu secara bersih, aman, dan berkelanjutan.